Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

Advokat Bali Lukas Banu Terpilih Jadi Sekjen Advocates Asia 2026–2030

Lukas Banu, advokat kelahiran Singaraja, ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal Advocates Asia periode 2026–2030 dalam sidang umum di Badung, Bali. Ia membawa gagasan kantor hukum berkelanjutan ke jaringan advokat regional.

Oleh

· 4 menit baca Diperbarui

Buka foto ukuran besar. Para delegasi berfoto bersama di panggung Advocates Asia Conference 2026 di The Trans Resort Bali, Badung.
Para delegasi berfoto bersama di panggung Advocates Asia Conference 2026 di The Trans Resort Bali, Badung. · Foto: Istimewa

Badung — Dr. Lukas Banu, S.H., M.H., advokat kelahiran Singaraja, ditetapkan sebagai General Secretary atau Sekretaris Jenderal Advocates Asia periode 2026–2030. Penetapan berlangsung pada 20 September 2026 dalam rangkaian Advocates Asia Conference 2026 di The Trans Resort Bali. Ia mendampingi Aldwin B. Salumbides dari Filipina yang terpilih sebagai Chairman.

Pemilihan dilakukan melalui General Assembly, salah satu agenda utama konferensi empat hari pada 17–20 September 2026 yang diikuti sekitar 70 advokat dan praktisi hukum dari berbagai negara. Kepengurusan baru berjumlah sepuluh orang. Selain Aldwin dan Lukas, ada delapan anggota dari Pakistan, Malaysia, Yordania, Australia, Korea Selatan, dan India. Dengan susunan itu, Indonesia memegang satu kursi kepemimpinan jaringan advokat regional tersebut selama empat tahun ke depan.

Dari Singaraja ke gelar doktor cumlaude

Lukas Banu lahir di Singaraja pada 30 Maret 1979 dan berakar keluarga dari Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Udayana. Pada Maret 2024 ia meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dengan predikat cumlaude. Menurut Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana yang dikutip MediaKaltim, dalam lima tahun sebelumnya belum ada mahasiswa doktoral di fakultas itu yang lulus dengan predikat tersebut.

Disertasinya membahas politik hukum pariwisata berkelanjutan dalam pengaturan pengembangan akomodasi wisata oleh perusahaan penanaman modal asing, dengan perbandingan di Singapura, Malaysia, dan Selandia Baru.

“Memang ikon pariwisata di Indonesia tidak beralih dari Pulau Bali yang sudah lama telah dikenal oleh masyarakat dunia, akan tetapi Indonesia merupakan negara dengan kepulauan yang sangat banyak dan juga memiliki potensi dan keindahan alam yang dapat menjadi destinasi pariwisata,” ujarnya kepada MediaKaltim. Ia mencontohkan Pantai Oetune di TTS, yang menurutnya masih menunggu akses jalan dan fasilitas yang layak.

Saat ini Lukas menjabat Chairman Institute of Justice (IOJ) Law Firm, kantor hukum yang berkantor di Bali dan Mataram. Situs resmi kantor itu mencantumkan layanan korporasi dan investasi, litigasi dan arbitrase, serta perkara lintas negara. Profil resminya di Asia Pacific Children Fund (APCF) menyebut ia juga Legal Partner Kedutaan Besar Brasil untuk Indonesia. Menurut MediaKaltim, pada 2022 ia menerima penghargaan dari Presiden Brasil melalui Duta Besar Brasil untuk Indonesia atas jasa hukum bagi warga negara Brasil yang tersangkut masalah hukum di Indonesia.

Gagasan “officium nobile” dan kantor hukum berkelanjutan

Di hadapan para delegasi, Lukas memaparkan konsep yang ia sebut Sustainable Law Firm. Ia membuka dengan mengakui stigma yang menempel pada profesi advokat di mata masyarakat: hidup mewah, minim akuntabilitas, dan arogan. Ia lalu mengajak peserta kembali pada tradisi yang dalam dunia hukum disebut officium nobile, profesi yang mulia.

Menurut dia, advokat adalah penjaga keadilan, pembela hak individu, dan pelindung hukum di masyarakat. Advokat tidak hanya bekerja untuk kepentingan klien, tetapi juga bertanggung jawab memastikan hukum ditegakkan secara adil. Pandangan itu sejalan dengan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang mewajibkan advokat memberi bantuan hukum cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu.

Bagi Lukas, hukum adalah bagian dari pembangunan bangsa yang berpijak pada tiga pilar keberlanjutan, yakni lingkungan, ekonomi, dan sosial. Kerangka itu ia selaraskan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Program di Buleleng dan Timor Tengah Selatan

Dalam materi presentasinya, Lukas memaparkan sejumlah program yang dijalankan IOJ Law Firm. Sejak 2007 kantor itu menjalankan program Recognized Seasonal Employer (RSE) bersama Desa Gitgit, Buleleng. Program ini membuka jalan bagi keluarga kurang mampu untuk bekerja enam bulan di DMS Pro Growers, Selandia Baru. Penghasilan itu dipakai untuk membeli lahan, membangun rumah, dan membuka usaha. Menurut materi tersebut, 450 keluarga telah terbantu. Di desa yang sama, warga menjalankan usaha penggemukan ternak dengan sistem bagi hasil dan menerima bantuan ambulans desa.

Di Soe, Timor Tengah Selatan, daerah asal keluarganya, program itu menyediakan makanan sehat bagi 800 siswa di 13 sekolah. Program lain mencakup rumah singgah bagi anak muda, kelas inspirasi, serta nota kesepahaman beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Di jalur pro bono, tim hukumnya mendampingi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak sejak penyelidikan di kepolisian hingga putusan pengadilan. Ia juga bekerja sama dengan Yayasan Galilea untuk layanan rehabilitasi narkoba, menggelar edukasi anti-kekerasan seksual di perusahaan padat karya, dan menyelenggarakan turnamen bola voli tahunan yang dipadukan dengan youth camp tentang bahaya narkoba dan kesadaran hukum bagi siswa SMP dan SMA.

Lukas juga anggota dewan Asia Pacific Children Fund, organisasi yang mendampingi anak-anak rentan di India, Filipina, Nepal, Myanmar, dan Indonesia. “Keadilan bukan hanya soal hukum, tetapi soal memberi setiap anak martabat yang layak mereka dapatkan,” tulisnya dalam profil resmi APCF, yang aslinya berbahasa Inggris.

Agenda konferensi

Selain memilih pengurus, konferensi membahas integritas dan etika profesi, pendidikan hukum, kebebasan beragama, serta penggunaan kecerdasan buatan dalam praktik hukum. Para pembicara menilai teknologi dapat membantu pekerjaan advokat, tetapi tetap membutuhkan verifikasi, tanggung jawab profesional, dan pertimbangan manusia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Tokoh

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.