Agentic AI Mengubah Layanan Call Center di Indonesia
Infomedia Nusantara memperluas otomasi berbasis agentic AI dalam layanan BPO Indonesia. Teknologi menangani pekerjaan rutin, sementara manusia mengawasi sistem dan menangani kasus kompleks.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — PT Infomedia Nusantara mulai memperluas penerapan agentic AI dalam layanan alih daya proses bisnis (business process outsourcing/BPO) di Indonesia pada Jumat, 6 November 2026. Teknologi ini digunakan untuk menjalankan alur kerja operasional, menganalisis data, dan membantu menyelesaikan masalah pelanggan secara otomatis.
Dalam model tersebut, tugas berulang ditangani mesin, sedangkan tenaga manusia beralih ke pengawasan tata kelola dan penanganan kasus kompleks. Penerapan ini menjadi bagian dari sinergi antara keahlian manusia dan teknologi pada jaringan operasional Infomedia di 14 lokasi di Indonesia.
Agentic AI mengubah pembagian kerja layanan pelanggan
Perubahan tersebut menandai pergeseran dari pusat panggilan konvensional yang bergantung sepenuhnya pada agen manusia menuju layanan digital dengan otomasi cerdas. Berbeda dari chatbot sederhana, agentic AI dirancang untuk mengeksekusi rangkaian pekerjaan operasional secara mandiri, termasuk analisis data dan penyelesaian masalah pelanggan.
Bagi pembaca di Indonesia, perkembangan ini berarti kualitas layanan pelanggan akan semakin dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan menggabungkan kecepatan mesin dengan penilaian manusia. Infomedia menyebut pendekatan itu membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, sementara agen dapat berkonsentrasi pada kebutuhan yang memerlukan analisis, empati, dan keputusan yang lebih rumit.
Infomedia Nusantara merupakan bagian dari Telkom Indonesia Group. Jaringan layanan berbasis AI perusahaan mencakup 14 lokasi yang tersebar di sembilan kota. Perusahaan juga mengembangkan portofolio Customer Relationship Management (CRM) dan Shared Service Operations (SSO) untuk mendukung pengalaman pelanggan dan efisiensi operasional.
Direktur Utama PT Infomedia Nusantara Eddy Sofryano mengatakan perusahaan memadukan keahlian manusia, teknologi cerdas, dan operasional yang disiplin untuk mendukung transformasi digital pelanggan. Industri BPO kemudian diarahkan untuk mengukur daya saing dari ketepatan integrasi agentic AI dalam layanan yang cepat, efisien, dan terukur.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Teknologi

Kemenangan Demokrat Menekan Saham Teknologi Global
Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat memicu kekhawatiran aturan kecerdasan buatan lebih ketat. Nasdaq turun lebih dari 5,5 per…
Berita utama hari ini


