Kabar18.com

Rabu, 4 November 2026

Akses Darat Wilayah Terisolasi Lumajang Kembali Terbuka

Akses darat menuju satu kecamatan di Lumajang yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor kembali dapat dilalui. BPBD menyiapkan pengungsian warga.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jembatan baja dengan jalan berlumpur melintasi sungai berarus di kawasan perbukitan.
Ilustrasi: Jembatan baja dengan jalan berlumpur melintasi sungai berarus di kawasan perbukitan. · Foto: sandeepregmi / wordpress (Openverse), CC0

Lumajang — Akses darat ke satu kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang sebelumnya terisolasi akibat banjir dan longsor dilaporkan sudah dapat dilalui kendaraan pada Rabu (4/11/2026). Polda Jawa Timur bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait menyiapkan penanganan lanjutan, termasuk lokasi pengungsian bagi warga.

Kapolda Jawa Timur Irjen Dekananto Eko Purwono mengatakan jalur menuju wilayah tersebut kini dapat ditempuh melalui darat untuk menyalurkan bantuan. Informasi itu diperoleh dari laporan Kapolres, Bupati, dan Komandan Distrik Militer setempat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengambil langkah untuk memastikan kebutuhan pengungsian warga. Sejumlah titik pengungsian telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Perbaikan akses berlangsung setelah hujan mereda dan banjir surut. Wilayah yang sebelumnya terisolasi mulai dapat dilewati kendaraan, meski kondisi sejumlah jembatan belum sepenuhnya pulih. Badan Besar Wilayah Sungai (BBWS) juga menyiagakan alat berat untuk membuka jalan yang tertutup material longsor.

Akses terbuka mempercepat bantuan dan evakuasi

Bagi warga dan pembaca di daerah lain, terbukanya jalur darat berarti bantuan logistik dan dukungan penanganan dapat menjangkau wilayah terdampak lebih cepat. Namun, akses masih berisiko kembali tertutup apabila banjir kembali terjadi karena infrastruktur jembatan belum sepenuhnya pulih.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mencatat bencana hidrometeorologi di Lumajang menyebabkan dua orang meninggal dunia. Korban disebut merupakan ayah dan anak yang tertimpa longsor akibat hujan lebat.

BNPB juga mencatat 1.567 keluarga terdampak bencana yang meliputi cuaca ekstrem, banjir bandang, banjir genangan, dan tanah longsor. Selain itu, 13 rumah dilaporkan mengalami kerusakan.

BPBD Lumajang mengimbau warga tidak beraktivitas di sepanjang alur sungai untuk mengantisipasi potensi banjir. Warga juga diminta menyiapkan langkah penyelamatan di rumah masing-masing apabila kondisi kembali memburuk.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.