Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Aktivis Masuki Lokasi Pusat Data Microsoft di Amsterdam

Lebih dari 100 aktivis memasuki lokasi pembangunan pusat data Microsoft di Amsterdam pada 6 November 2026. Mereka menuntut jeda pembangunan karena kebutuhan listrik, air, dan dampak lingkungan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Fasad bangunan modern berwarna putih dan biru berjejer di bawah langit cerah.
Ilustrasi: Fasad bangunan modern berwarna putih dan biru berjejer di bawah langit cerah. · Foto: Jan van der Wolf / Pexels

Amsterdam — Pengunjuk rasa memasuki lokasi pembangunan pusat data Microsoft di Amsterdam pada Jumat, 6 November 2026, dalam aksi yang menyoroti penggunaan listrik, air, dan dampak lingkungan pusat data kecerdasan buatan.

Lebih dari 100 aktivis berkumpul di lokasi, berbaris, lalu menerobos masuk. Sebagian memanjat crane, memasang balon atau spanduk, dan membawa poster penolakan. Beberapa pengunjuk rasa menyalakan suar dan terjadi bentrokan dengan polisi.

Aksi tersebut digelar oleh kelompok Geef Tegengas dan menjadi bagian dari rangkaian protes selama dua hari di 16 negara. Koalisi Stop Dirty Data Centers menyerukan penghentian sementara pembangunan pusat data berskala besar karena kekhawatiran atas kebutuhan energi dan air serta dampaknya terhadap lingkungan dan sumber daya lokal.

Polisi kemudian mengawal sebagian aktivis keluar dari lokasi, sementara sebagian lainnya masih bertahan pada sore hari. Polisi menangkap antara 150 dan 200 pengunjuk rasa. Tidak semua laporan memberikan angka yang sama mengenai jumlah peserta.

Mengapa Protes Pusat Data Amsterdam Relevan bagi Indonesia

Peristiwa di Amsterdam menunjukkan isu yang dapat muncul ketika pembangunan pusat data kecerdasan buatan bersaing dengan kebutuhan listrik, air, lahan, dan kepentingan lingkungan. Isu tersebut relevan bagi Indonesia karena ekspansi infrastruktur digital juga membutuhkan sumber daya besar dan dapat memicu tuntutan transparansi mengenai dampak proyek.

Pure Data Centres, pemilik lokasi, berencana menanamkan lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat atau 890 juta euro dalam proyek tersebut. Perusahaan meminta para pengunjuk rasa meninggalkan lokasi dengan aman dan membahas kekhawatiran mereka. Microsoft menyatakan menghormati hak menyampaikan pendapat secara damai, tetapi tidak membenarkan tindakan melanggar hukum atau yang membahayakan keselamatan.

Protes di Amsterdam merupakan bagian dari aksi lintas negara pada 6 dan 7 November 2026. Tuntutan utama koalisi adalah moratorium atau jeda pembangunan pusat data besar, dengan alasan fasilitas tersebut memerlukan komputasi, listrik, dan air dalam jumlah besar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Internasional

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.