Aktivis Masuki Lokasi Pusat Data Microsoft di Amsterdam
Lebih dari 100 aktivis memasuki lokasi pembangunan pusat data Microsoft di Amsterdam pada 6 November 2026. Mereka menuntut jeda pembangunan karena kebutuhan listrik, air, dan dampak lingkungan.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Amsterdam — Pengunjuk rasa memasuki lokasi pembangunan pusat data Microsoft di Amsterdam pada Jumat, 6 November 2026, dalam aksi yang menyoroti penggunaan listrik, air, dan dampak lingkungan pusat data kecerdasan buatan.
Lebih dari 100 aktivis berkumpul di lokasi, berbaris, lalu menerobos masuk. Sebagian memanjat crane, memasang balon atau spanduk, dan membawa poster penolakan. Beberapa pengunjuk rasa menyalakan suar dan terjadi bentrokan dengan polisi.
Aksi tersebut digelar oleh kelompok Geef Tegengas dan menjadi bagian dari rangkaian protes selama dua hari di 16 negara. Koalisi Stop Dirty Data Centers menyerukan penghentian sementara pembangunan pusat data berskala besar karena kekhawatiran atas kebutuhan energi dan air serta dampaknya terhadap lingkungan dan sumber daya lokal.
Polisi kemudian mengawal sebagian aktivis keluar dari lokasi, sementara sebagian lainnya masih bertahan pada sore hari. Polisi menangkap antara 150 dan 200 pengunjuk rasa. Tidak semua laporan memberikan angka yang sama mengenai jumlah peserta.
Mengapa Protes Pusat Data Amsterdam Relevan bagi Indonesia
Peristiwa di Amsterdam menunjukkan isu yang dapat muncul ketika pembangunan pusat data kecerdasan buatan bersaing dengan kebutuhan listrik, air, lahan, dan kepentingan lingkungan. Isu tersebut relevan bagi Indonesia karena ekspansi infrastruktur digital juga membutuhkan sumber daya besar dan dapat memicu tuntutan transparansi mengenai dampak proyek.
Pure Data Centres, pemilik lokasi, berencana menanamkan lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat atau 890 juta euro dalam proyek tersebut. Perusahaan meminta para pengunjuk rasa meninggalkan lokasi dengan aman dan membahas kekhawatiran mereka. Microsoft menyatakan menghormati hak menyampaikan pendapat secara damai, tetapi tidak membenarkan tindakan melanggar hukum atau yang membahayakan keselamatan.
Protes di Amsterdam merupakan bagian dari aksi lintas negara pada 6 dan 7 November 2026. Tuntutan utama koalisi adalah moratorium atau jeda pembangunan pusat data besar, dengan alasan fasilitas tersebut memerlukan komputasi, listrik, dan air dalam jumlah besar.
Sumber
- Business Day — laporan Reuters tentang aksi protes pusat data
- tomshardware.com
- abcnews.com
- enca.com
- Al Jazeera — international news organisation reporting the site breach, several hundred participants, and police detentions
- Deutsche Welle — German international broadcaster reporting more than 100 activists entering and demands concerning electricity, water, and environmental damage
- Euronews — European news organisation reporting around 100 demonstrators entering the Sloterdijk site and opposition tied to electricity consumption and environ
- NH Nieuws — established regional Dutch news organisation reporting activists entering the Microsoft data-centre construction site and police arrests
- DutchNews.nl — established English-language Dutch news organisation reporting activists occupying the Amsterdam site and the project’s Microsoft connection
Baca berikutnya
Terbaru di Internasional

AS Tawarkan Hadiah Rp362 Miliar untuk Informasi Nuklir Iran
Amerika Serikat menawarkan imbalan hingga US$20 juta atau Rp362 miliar untuk informasi tentang program nuklir Iran. Penawaran CENTCOM mencakup kemungk…
Berita utama hari ini

Baca juga



