ASMC Aktifkan Level 3 untuk ASEAN Bagian Selatan
ASMC mengaktifkan Level 3 untuk ASEAN bagian selatan pada 17 Oktober 2026. Kebakaran Indonesia memicu kabut asap sedang hingga pekat di sejumlah wilayah Asia Tenggara.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Singapura — ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mengaktifkan status siaga Level 3 untuk kawasan ASEAN bagian selatan pada 17 Oktober 2026 setelah kebakaran di Indonesia menyebarkan kabut asap ke sejumlah wilayah Asia Tenggara.
Informasi ASMC yang dikutip sejumlah laporan menyebut status tersebut merupakan tingkat tertinggi dalam sistem peringatan empat tingkat, dari Level 0 hingga Level 3. Peringatan ini menandakan risiko tinggi kabut asap lintas batas yang parah di kawasan.
ASMC melaporkan titik panas yang tersebar di Kalimantan dan Sumatra bagian selatan. Kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat terpantau di Semenanjung Malaysia, Singapura, Kalimantan, Sumatra, dan Sarawak bagian barat. Kabut dengan kondisi serupa juga dilaporkan di Papua, Sulawesi, dan Kepulauan Maluku.
Sejumlah stasiun pemantauan kualitas udara di Singapura dan Semenanjung Malaysia mencatat kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Di Borneo dan Sumatra, beberapa stasiun melaporkan kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya.
Status Level 3 menandai risiko kabut asap lintas batas
Bagi pembaca di Indonesia, peningkatan status ini menunjukkan bahwa kebakaran dan kondisi cuaca kering berdampak melampaui wilayah sumber api. Angin yang membawa asap menuju negara ASEAN lain meningkatkan risiko gangguan kualitas udara serta aktivitas masyarakat di kawasan.
ASMC menyatakan penetapan status mempertimbangkan aktivitas titik panas yang signifikan dan terus berlangsung, kabut asap sedang hingga pekat selama setidaknya dua hari berturut-turut, cuaca kering berkepanjangan, serta angin yang mengarah ke negara-negara tetangga.
Menurut pembaruan ASMC, hujan diperkirakan turun di Semenanjung Malaysia, Sumatra bagian utara dan tengah, serta sebagian wilayah Borneo dalam beberapa hari berikutnya. Kondisi itu dapat membantu mengurangi titik panas dan kabut di sejumlah wilayah, tetapi risiko kabut asap lintas batas tetap tinggi di kawasan rawan kebakaran yang mengalami kekeringan berkepanjangan.
Laporan yang dikutip menyebut status Level 3 tersebut diumumkan pada Jumat dan menjadi peringatan serupa yang ketiga pada 2026, setelah pengumuman pada 27 Maret dan 26 Agustus.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Indonesia-Rusia Bahas Bisnis Industri Pertahanan di MTC ke-17
Pertemuan MTC ke-17 Indonesia–Rusia di Jakarta memasukkan pertemuan bisnis industri pertahanan dalam agenda 13–15 Oktober 2026. Forum juga membahas al…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





