BMKG Verifikasi 349 Rumah Terdampak Gempa Bogor dan Sukabumi
BMKG melakukan survei lapangan sejak 16 Oktober 2026 untuk memeriksa kerusakan setelah dua gempa mengguncang Bogor dan Sukabumi pada 15 Oktober. Data BPBD mencatat 349 rumah terdampak.
Oleh Arsyid Muhamad
· 1 menit baca
Bogor — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memverifikasi dampak dua gempa yang mengguncang Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak 349 rumah terdampak.
Kedua gempa merupakan gempa dangkal yang mengguncang wilayah Bogor dan sekitarnya. BMKG melakukan survei lapangan sejak Jumat, 16 Oktober 2026, untuk memeriksa laporan kerusakan serta kondisi bangunan yang terdampak.
Verifikasi kerusakan menjadi dasar kewaspadaan warga
Data BPBD Kabupaten Sukabumi menyebut kerusakan tersebar di Desa Kabandungan, Tugubandung, Cihamerang, dan Mekarjaya. Seluruh rumah rusak di wilayah tersebut masuk kategori rusak ringan.
Laporan yang dikutip sumber juga menyatakan tidak ada korban meninggal dunia maupun korban luka-luka di wilayah Kabupaten Sukabumi. Hasil survei lapangan BMKG memberi dasar bagi warga untuk memeriksa kondisi bangunan setelah rangkaian gempa, khususnya pada bagian rumah yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural.
Verifikasi lapangan dilakukan untuk mencocokkan laporan kerusakan dengan kondisi bangunan. Data BPBD menjadi dasar pencatatan dampak di dua kabupaten, sementara pemeriksaan BMKG membantu memastikan kondisi rumah yang terdampak gempa. Warga di wilayah terdampak dapat memperhatikan bagian bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktural.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia
BMKG menetapkan status Waspada hujan sedang hingga lebat di 12 wilayah Indonesia pada 17 Oktober 2026. Angin kencang berpotensi terjadi di enam wilaya…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga



