Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Bangkit dari kekalahan di grup, Sumaya asal Riau tembus final teqball Asian Games 2026

Sumaya, 21 tahun, menundukkan wakil India 7-12, 12-9, 12-7 di Nagoya dan memastikan minimal perak bagi Indonesia. Sekitar dua tahun lalu ia beralih dari sepak takraw; Minggu (20/9) ia bertemu lagi lawan yang mengalahkannya di grup.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: meja teqball berpermukaan lengkung dengan sekat tengah, berlatar spanduk Kejuaraan Dunia Teqball 2022 (foto November 2022). (Foto: Johan Nilsen Nagel…
Ilustrasi: meja teqball berpermukaan lengkung dengan sekat tengah, berlatar spanduk Kejuaraan Dunia Teqball 2022 (foto November 2022). (Foto: Johan Nilsen Nagel / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Nagoya — Atlet teqball Indonesia asal Riau, Sumaya, melaju ke final tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah membalikkan keadaan atas wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, di Nagoya City Higashi Sports Center, Sabtu, 19 September 2026. Tertinggal satu gim, ia menang 7-12, 12-9, 12-7, dan Indonesia dipastikan membawa pulang minimal medali perak.

Kemenangan itu datang dari atlet yang, menurut ANTARA, baru sekitar dua tahun mengenal teqball. Sumaya, 21 tahun, lebih dulu menekuni sepak takraw sebelum pindah ke olahraga perpaduan sepak bola dan tenis meja itu. Kantor berita tersebut mencatat medali ini sebagai capaian tertingginya di tingkat internasional.

Jalan ke final tidak lurus. Pada fase Grup B, Jumat, 18 September, Sumaya menang atas wakil Lebanon, kalah dua gim langsung dari Wai Khin Hnin asal Myanmar, lalu menutup grup dengan kemenangan tiga gim atas wakil Kirgizstan. Peringkat kedua grup memaksanya melewati repechage, babak tambahan bagi peserta yang tidak lolos langsung, dan di sana ia menyisihkan DY Koemyean dari Kamboja 12-8, 12-7.

Di semifinal, pola tertinggal lebih dulu itu berulang. Dsouza, yang menurut CNN Indonesia berstatus juara Grup A, memimpin 5-1 dan mengambil gim pertama 12-7. Sumaya menyamakan kedudukan setelah gim kedua yang ketat hingga 9-9 ia tutup dengan tiga angka beruntun.

Pada gim penentuan ia kembali tertinggal, 0-3 lalu 3-7 ketika time-out diambil. Selepas jeda, empat angka beruntun membuat skor imbang 7-7. Ia berbalik memimpin 8-7, menjauh 10-7, lalu mengunci gim 12-7, menurut laporan ANTARA dari Nagoya.

Mengapa ini penting

Teqball baru kali ini dipertandingkan di Asian Games. ANTARA mencatat hasil Sumaya sebagai medali pertama Indonesia dari cabang tersebut sepanjang keikutsertaan di pesta olahraga Asia, sedangkan RRI menyebut nomor ini berpeluang menjadi emas pertama Indonesia di Aichi-Nagoya 2026, yang berlangsung 19 September hingga 4 Oktober.

Di luar hitungan medali, perjalanannya menunjukkan bahwa kalah di babak awal tidak otomatis menutup jalan. Sistem repechage memberi kesempatan kedua, dan Sumaya memakainya sampai ke partai puncak. Ia juga datang dari daerah: pengurus Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (POTSI) Riau menyebutnya salah satu atlet andalan Riau maupun Indonesia, di cabang yang baru memulai debutnya di Asian Games.

Angka kunci

  • 7-12, 12-9, 12-7 — skor semifinal Sumaya atas Quimcy Joaquim Dsouza (India).
  • 5 pertandingan menuju final: empat menang, satu kalah (10-12, 8-12 dari Wai Khin Hnin di Grup B).
  • 3-7 — ketertinggalan di gim penentuan sebelum ia mencetak empat angka beruntun.
  • 21 tahun — usia Sumaya; sekitar dua tahun menekuni teqball setelah beralih dari sepak takraw (ANTARA).
  • Prestasi sebelumnya, antara lain, menurut Ketua Umum Pengprov POTSI Riau Mohammad Aminullah: perak Kejurnas Teqball 2025, perunggu World Tour Teqball Championship Bangkok 2025, dan perunggu SEA Games Thailand (RRI Pekanbaru).

Kata para pihak

Seusai pertandingan, Sumaya mengatakan kepada ANTARA bahwa hasil ini sangat berarti baginya dan targetnya tetap medali emas. Soal cara bangkit dari ketertinggalan, ia menyebut kuncinya tenang, memikirkan satu angka pada satu waktu, dan meninggalkan poin yang sudah lewat, kebiasaan yang menurut dia dibentuk di tempat latihan. Ia mengakui Dsouza punya sentuhan dan taktik yang bagus, tetapi rasa percaya diri membawanya kembali ke pertandingan.

Tentang rutinitasnya sejak berpindah cabang, ia bercerita berlatih setiap hari, pagi, siang, dan sore. "Hidup saya untuk teqball," kata Sumaya, seperti dikutip ANTARA.

Sebelum semifinal, pelatih teqball Indonesia Fitrah Muhammad menilai kepercayaan diri anak asuhnya sudah tinggi, terutama saat unggul jauh, dan Sumaya mencoba sejumlah serangan yang bisa dipakai pada pertandingan berikutnya. Penilaian itu disampaikan dalam keterangan NOC Indonesia yang dikutip RRI. Pada Selasa, 15 September, Aminullah meminta Sumaya tetap tenang dan menjaga fokus; ketika itu ia menyebut peluang Sumaya cukup besar di nomor ganda campuran.

Apa selanjutnya

Final tunggal putri dijadwalkan Minggu, 20 September 2026, menurut RRI dan CNN Indonesia. Lawannya Wai Khin Hnin, pemain Myanmar yang mengalahkannya di fase grup. RRI melaporkan ganda putra Indonesia, Husni Uba dan La Ode Mardan, juga memperebutkan medali pada hari yang sama; peluang lain ada pada Yoga Ardika di tunggal putra.

Hasil final belum tersedia ketika artikel ini ditulis pada Sabtu, 19 September 2026.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.