Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

Suahasil Nazara, Guru Besar UI dan Orang Lama Kemenkeu yang Kini Memegang Kunci APBN

Dilantik Presiden Prabowo pada 14 September 2026, ekonom lulusan UI, Cornell, dan Illinois ini naik dari kursi wakil menteri yang ia duduki sejak 2019. Mandatnya: menjaga APBN tetap sehat dan kredibel.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: Suahasil Nazara (kiri, berkacamata) dalam pelantikan para wakil menteri Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024, hampir dua tahun sebelum ia dilant…
Foto arsip: Suahasil Nazara (kiri, berkacamata) dalam pelantikan para wakil menteri Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024, hampir dua tahun sebelum ia dilantik sebagai Menteri Keuangan. (Foto: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Republik / Wikimedia Commons, Public domain)

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin, 14 September 2026. Guru besar ilmu ekonomi Universitas Indonesia itu menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dan naik dari kursi wakil menteri yang ia tempati hampir tujuh tahun.

Sekretariat Kabinet mencatat pengangkatan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan para menteri Kabinet Merah Putih menyaksikan pengambilan sumpah. Rilis Sekretariat Kabinet tidak memuat alasan pergantian.

Menurut ANTARA dan Tempo, Suahasil adalah menteri keuangan ketiga di pemerintahan Prabowo. Purbaya baru dilantik pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pada Selasa, 15 September 2026, Purbaya menyerahkan jabatan kepada Suahasil di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan.

Kepada wartawan, seperti dilaporkan CNBC Indonesia, Suahasil bercerita ia baru diberi tahu pada Senin pagi, ditelepon Istana, lalu menghadap Presiden sebelum dilantik pada sore harinya.

Dari ruang kuliah ke dapur fiskal

ANTARA mencatat Suahasil lahir di Jakarta pada 23 November 1970; Tempo menyebutnya berasal dari Nias, Sumatera Utara. Ia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994, meraih Master of Science dari Cornell University pada 1997, lalu gelar doktor ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003. Riwayat itu sama di profil ANTARA, Kompas.com, dan Bisnis.com.

Ia mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI sejak 1999. Di sana ia memimpin Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004–2005), Lembaga Demografi (2005–2008), dan Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013). Gelar guru besar ilmu ekonomi ia peroleh pada 2009.

Jalan ke pemerintahan ia tempuh lewat peran penasihat. Bisnis.com mencatat ia masuk Tim Asistensi Menteri Keuangan untuk urusan desentralisasi fiskal (2009–2011), mengoordinasi kelompok kerja kebijakan di Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010–2015), dan duduk di Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).

Jejak di Kementerian Keuangan

  • 6 Februari 2015: pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), badan perumus kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan.
  • 31 Oktober 2016: Kepala BKF definitif, hingga 2019.
  • 25 Oktober 2019: Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Maju, mendampingi Sri Mulyani Indrawati.
  • 21 Oktober 2024: kembali menjadi Wakil Menteri Keuangan, kali ini di Kabinet Merah Putih.
  • 14 September 2026: Menteri Keuangan.

Mandat dari Presiden

Seusai pelantikan, Suahasil mengatakan Presiden memintanya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara. Menurut DDTCNews, ia menempatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kredibel serta komunikasi publik yang dapat dipercaya sebagai prioritas, sambil memastikan anggaran menopang program prioritas pemerintah.

Kepada pasar, pesannya kesinambungan. ANTARA melaporkan ia menyebut pergantian ini bukan perubahan, melainkan kelanjutan, sebab ia sudah lama berada di dalam Kementerian Keuangan. Ditanya soal reaksi pasar, ia menjawab pasar punya logikanya sendiri.

"Solid semua melanjutkan pekerjaan Kementerian Keuangan, kita bukan masalah berubah-ubah," kata Suahasil dalam konferensi pers di Gedung Djuanda I, Senin, 14 September 2026, seperti dikutip DDTCNews.

CNBC Indonesia mencatat satu komitmen yang lebih terukur. "Defisit akan tetap di bawah 3%," ujar Suahasil, merujuk pada batas defisit anggaran sebesar 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Mengapa ini penting

Menteri Keuangan mengelola APBN, anggaran yang membiayai program prioritas pemerintah. Menurut ANTARA, Suahasil mengatakan anggaran itu harus sehat dan kredibel agar sanggup memikul tiga tugas sekaligus: mendukung program prioritas, menopang pertumbuhan ekonomi, dan menjaga stabilitas.

Kursi ini sudah dua kali berganti dalam kurun sekitar setahun. Kali ini Presiden memilih orang dalam: wakil menteri yang telah bekerja di bawah dua menteri sebelumnya dan pernah memimpin BKF. Suahasil sendiri menekankan kelanjutan, bukan haluan baru. Tolok ukurnya sudah ia sebut: defisit tetap di bawah 3 persen PDB.

Dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan pada Jumat, 18 September 2026, empat hari setelah pelantikannya, Kompas.com melaporkan defisit hingga akhir Agustus mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,93 persen PDB, dengan keseimbangan primer masih positif Rp 154 triliun.

Apa selanjutnya

Suahasil menyatakan Presiden mengarahkannya menuntaskan masa Kabinet Merah Putih 2024–2029 sebagai menteri keuangan. Dalam konferensi pers pada hari pelantikannya, menurut DDTCNews, ia juga berjanji memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, termasuk terhadap peredaran rokok ilegal.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.