Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Bitdefender Gandeng PT GIA Bawa Deteksi Deepfake ke Indonesia

Bitdefender dan PT Gema Informatika Abadi menjalin distribusi eksklusif di Indonesia. Portofolionya mencakup anti-scam, perlindungan identitas, privasi, dan pendeteksi deepfake.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dua gembok kuningan dan rantai besi terpasang di atas papan ketik komputer.
Ilustrasi: Dua gembok kuningan dan rantai besi terpasang di atas papan ketik komputer. · Foto: Tanpa nama / rawpixel (Openverse), CC0

Jakarta — Bitdefender meresmikan kemitraan distribusi eksklusif dengan PT Gema Informatika Abadi (PT GIA) pada 9 Oktober 2026 untuk membawa teknologi pendeteksi deepfake dan perangkat anti-scam berbasis kecerdasan artifisial ke konsumen Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, PT GIA mendistribusikan portofolio produk konsumen Bitdefender di Indonesia. Produk itu mencakup keamanan komputer dan perangkat mobile, perlindungan identitas, privasi, perangkat antipenipuan, serta teknologi pendeteksi deepfake.

Teknologi pendeteksi deepfake ditujukan untuk membantu mengenali konten sintetis yang dibuat menggunakan kecerdasan artifisial. Fitur anti-scam dapat memindai, mengenali, dan memblokir media atau tautan yang terindikasi merupakan hasil rekayasa artifisial sebelum membahayakan pengguna.

Ancaman yang menjadi latar belakang kerja sama ini meliputi malware, phishing, penipuan online, pencurian identitas, serta manipulasi wajah dan suara. Konten hasil rekayasa dapat digunakan untuk menyamar sebagai orang yang dikenal korban atau membangun kepercayaan sebelum meminta uang dan informasi sensitif.

Perlindungan digital menjangkau pengguna Indonesia

Kerja sama Bitdefender dan PT GIA memperluas akses konsumen terhadap perlindungan untuk komputer, telepon seluler, identitas digital, dan privasi. Produk tersedia melalui jaringan reseller, toko fisik, dan marketplace online di Indonesia, dengan pilihan paket untuk individu dan keluarga.

Bagi pembaca Kabar18, perkembangan ini menunjukkan bahwa ancaman berbasis kecerdasan artifisial tidak hanya berkaitan dengan perangkat lunak berbahaya. Penipuan juga dapat memanfaatkan pesan yang tampak alami, tautan berisiko, serta gambar, video, atau suara yang menyerupai orang sungguhan.

Bitdefender menyebut pemasaran solusi berbasis kecerdasan artifisial dan perlindungan anti-scam menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut. Teknologi itu dipasarkan untuk membantu pengguna menghadapi penipuan digital dan manipulasi media yang semakin meyakinkan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.