Kabar18.com

Jumat, 30 Oktober 2026

BNPB Sebut Karhutla Sumatera Selatan Sulit Padam di Lahan Gambut

BNPB menyebut karhutla Sumatera Selatan belum sepenuhnya padam karena hujan belum merata dan bara dapat bertahan di bawah gambut. Pemantauan lapangan tetap diperlukan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Permukaan tanah kering berwarna cokelat kemerahan dengan pola retak-retak.
Ilustrasi: Permukaan tanah kering berwarna cokelat kemerahan dengan pola retak-retak. · Foto: Ofir Eliav / Pexels

Sumatera Selatan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan belum sepenuhnya teratasi pada Jumat, 30 Oktober 2026, meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan hujan belum merata di seluruh wilayah terdampak. Intensitas dan durasinya juga belum tentu cukup untuk membasahi lapisan gambut yang terbakar hingga bagian dalam.

Menurut BNPB, gambut yang mengering dapat terbakar sampai lapisan bawah tanah. Bara di bagian tersebut kadang tidak terlihat dari permukaan, sehingga hujan yang hanya membasahi vegetasi dan permukaan tanah belum tentu memadamkan api.

BNPB menyebut kebakaran masih menjadi perhatian di beberapa wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Lembaga itu belum dapat memastikan kapan seluruh titik api di Sumatera akan padam karena waktunya bergantung pada kedalaman gambut yang terbakar, tingkat kekeringan, intensitas hujan, pemerataan hujan, serta kemampuan tim melakukan pemadaman dan pendinginan.

Gambut Membuat Bara Dapat Bertahan di Bawah Permukaan

Hujan membantu meningkatkan kelembapan lahan dan menurunkan risiko kebakaran, tetapi tidak otomatis mengakhiri karhutla. Bara yang masih berada di bawah permukaan dapat kembali menyala ketika kondisi mengering.

Karena itu, pemantauan dan pengecekan lapangan tetap diperlukan setelah hujan turun. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan bara di bawah permukaan benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.