BNPB Sebut Karhutla Sumatera Selatan Sulit Padam di Lahan Gambut
BNPB menyebut karhutla Sumatera Selatan belum sepenuhnya padam karena hujan belum merata dan bara dapat bertahan di bawah gambut. Pemantauan lapangan tetap diperlukan.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Sumatera Selatan — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan belum sepenuhnya teratasi pada Jumat, 30 Oktober 2026, meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah Sumatera.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan hujan belum merata di seluruh wilayah terdampak. Intensitas dan durasinya juga belum tentu cukup untuk membasahi lapisan gambut yang terbakar hingga bagian dalam.
Menurut BNPB, gambut yang mengering dapat terbakar sampai lapisan bawah tanah. Bara di bagian tersebut kadang tidak terlihat dari permukaan, sehingga hujan yang hanya membasahi vegetasi dan permukaan tanah belum tentu memadamkan api.
BNPB menyebut kebakaran masih menjadi perhatian di beberapa wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Lembaga itu belum dapat memastikan kapan seluruh titik api di Sumatera akan padam karena waktunya bergantung pada kedalaman gambut yang terbakar, tingkat kekeringan, intensitas hujan, pemerataan hujan, serta kemampuan tim melakukan pemadaman dan pendinginan.
Gambut Membuat Bara Dapat Bertahan di Bawah Permukaan
Hujan membantu meningkatkan kelembapan lahan dan menurunkan risiko kebakaran, tetapi tidak otomatis mengakhiri karhutla. Bara yang masih berada di bawah permukaan dapat kembali menyala ketika kondisi mengering.
Karena itu, pemantauan dan pengecekan lapangan tetap diperlukan setelah hujan turun. Pemeriksaan tersebut untuk memastikan bara di bawah permukaan benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pemerintahan
Staf Wamensesneg Temui Mahasiswa Trisakti soal Tuntutan Karhutla
Staf Khusus Wakil Menteri Sekretaris Negara Binbin Firman Tresnadi menemui mahasiswa Trisakti pada 29 Oktober 2026 dan berjanji meneruskan tuntutan, t…
Terbaru di Lingkungan
Berita utama hari ini

Baca juga





