Kabar18.com

Kamis, 29 Oktober 2026

Pemuda Nganjuk Tampilkan Jaranan Pogogan di Balai Budaya Mpu Sindok

Sejumlah pemuda menampilkan Jaranan Pogogan khas Nganjuk di Balai Budaya Mpu Sindok pada 28 Oktober 2026. Pertunjukan Sanggar Seni Eko Joyo berlangsung dalam seminar pelestarian budaya.

Oleh

· 2 menit baca

Nganjuk — Sejumlah pemuda menampilkan kesenian Jaranan Pogogan khas Nganjuk di Balai Budaya Mpu Sindok, Rabu (28/10/2026). Pertunjukan dari Sanggar Seni Eko Joyo itu menjadi bagian dari Seminar Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Jaranan Pogogan Nganjuk.

Seminar tersebut mengangkat tema “Menjaga Tradisi, Meningkatkan Apresiasi”. Kegiatan ini diselenggarakan Komunitas Pecinta Sejarah & Ekologi Nganjuk (Kota Sejuk) bersama Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk.

Salah satu pemain, Rofiq Kurniawan, mengatakan pemuda, remaja, anak-anak, dan orang dewasa di Sanggar Seni Eko Joyo turut melestarikan kesenian tersebut. Pemuda berusia 22 tahun itu menyebut para pemain rutin berlatih di bawah bimbingan Eko Kadiono, pemilik sanggar.

Eko Kadiono menjelaskan Sanggar Seni Eko Joyo berada di Dusun Jimbir, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon. Menurut dia, Jaranan Pogogan khas Nganjuk lahir di Dusun Jimbir dan terus dilestarikan setelah ia menyelesaikan kuliah seni.

Pelestarian Jaranan Pogogan menjaga identitas budaya Nganjuk

Jaranan Pogogan menjadi bagian dari warisan kesenian daerah yang diperkenalkan kembali melalui keterlibatan lintas generasi. Kehadiran pemuda dalam pertunjukan dan latihan menunjukkan keberlanjutan proses pewarisan tradisi di tingkat sanggar.

Eko menyebut Jaranan Pogogan memiliki perbedaan dengan seni jaranan saat ini. Kesenian tersebut tidak menampilkan kesurupan, tidak menggunakan ritual atau menyan, serta memakai instrumen srompet dengan karakter berbeda. Melodi instrumen itu turut memengaruhi gerakan dalam pertunjukan.

Jaranan Pogogan disebut sudah tidak tampil secara umum. Meski demikian, Eko tetap bertekad melestarikannya dengan mengajak pemuda, remaja, dan anak-anak pelajar untuk belajar. Seminar di Balai Budaya Mpu Sindok menjadi ruang untuk memperkenalkan kesenian itu sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap tradisi khas Nganjuk.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Daerah

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.