China Desak AS Hentikan Campur Tangan soal Larangan Impor Bioteknologi
China meminta Amerika Serikat menghentikan campur tangan dengan dalih hak asasi manusia setelah Washington memasukkan tiga perusahaan genomik China ke daftar larangan impor.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Beijing — China mendesak Amerika Serikat menghentikan campur tangan terhadap urusan dalam negeri China dengan dalih hak asasi manusia setelah Washington melarang impor dari tiga perusahaan bioteknologi China pada 29 Oktober 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyampaikan sikap itu dalam konferensi pers rutin. Ia menyebut tuduhan kerja paksa di Xinjiang sebagai dalih untuk menekan perusahaan China dan mengatakan Beijing akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak serta kepentingan sah perusahaan-perusahaan tersebut.
Amerika Serikat memasukkan BGI Genomics Co Ltd, MGI Tech Co Ltd, dan Shenzhen BGI Technology Co Ltd, yang disebut juga sebagai BGI Group, ke dalam daftar entitas berdasarkan Uyghur Forced Labor Prevention Act. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat diperintahkan menghentikan barang dari perusahaan yang tercantum, kecuali eksportir dapat membantah anggapan bahwa barang tersebut dibuat dengan kerja paksa.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menuduh perusahaan-perusahaan itu memiliki hubungan dengan pengumpulan bahan genetik dan praktik kerja paksa terhadap warga Uyghur serta kelompok minoritas lain di Xinjiang. Beijing menolak tuduhan tersebut. BGI Group dan BGI Genomics juga membantah terlibat dalam kerja paksa.
Keputusan Washington menambah tekanan dagang China-Amerika Serikat
Bagi pembaca Indonesia, perkembangan ini menunjukkan meluasnya perselisihan China-Amerika Serikat dari isu perdagangan dan teknologi ke sektor bioteknologi. Pembatasan terhadap perusahaan genomik dapat memengaruhi arus produk, peralatan pengurutan gen, reagen, dan kerja sama teknologi di pasar global.
Pernyataan Beijing muncul menjelang rencana pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Shenzhen. Kementerian Perdagangan China sebelumnya mengecam keputusan tersebut sebagai manipulasi politik dan intimidasi dengan kedok perlindungan hak asasi manusia.
Guo Jiakun tidak menjawab secara langsung ketika ditanya apakah larangan impor itu akan memengaruhi pertemuan kedua pemimpin. Ia menegaskan China akan melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Isyaratkan Serangan Lanjutan ke Iran dari Gedung Putih
Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mungkin melancarkan serangan tambahan terhadap Iran setelah negosiasi untuk mengakhiri perang mandek. Pernyata…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga





