Negosiasi Tersendat, Trump Buka Kemungkinan Operasi Baru terhadap Iran
Donald Trump mengisyaratkan operasi militer baru terhadap Iran setelah negosiasi kedua negara tersendat. Ketegangan kawasan menjaga harga minyak pada level tinggi.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Washington — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (23/10/2026) mengisyaratkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran jika tidak tercapai penyelesaian melalui negosiasi.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat kampanye pemilu sela Partai Republik di Florida. Sehari sebelumnya, ia mengatakan Amerika Serikat akan menyelesaikan urusan dengan Iran segera, tanpa menjelaskan cara yang akan ditempuh.
Ketegangan berlangsung ketika upaya diplomatik kedua negara menghadapi kebuntuan. Pernyataan Trump menambah risiko eskalasi setelah konflik hampir memasuki bulan kedelapan. Serangan terhadap pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi global, juga dilaporkan.
Harga minyak bergerak tinggi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan. Perkembangan tersebut relevan bagi Indonesia karena perubahan harga minyak dunia dapat memengaruhi biaya energi dan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Eskalasi Iran dapat memengaruhi biaya energi Indonesia
Selat Hormuz merupakan jalur energi strategis. Gangguan lebih lanjut di kawasan itu berpotensi memperbesar kekhawatiran pasar terhadap pasokan minyak, sementara harga energi yang meningkat dapat menambah tekanan biaya di negara pengimpor energi, termasuk Indonesia.
Dalam pernyataan kampanye sebelumnya, Trump mengaitkan penyelesaian konflik dengan penurunan harga bensin dan minyak. Namun, kemungkinan operasi militer baru menunjukkan bahwa ancaman keamanan dan ketidakpastian diplomatik masih menjadi faktor utama yang diperhatikan pasar.
Iran juga memperingatkan bahwa serangan baru Amerika Serikat dapat memicu tindakan ofensif terhadap negara-negara tetangga dan pangkalan yang digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat. Situasi tersebut berisiko mengalami eskalasi lebih lanjut.
Langkah berikutnya bergantung pada hasil negosiasi Washington dan Teheran serta keputusan Amerika Serikat mengenai kemungkinan tindakan militer lanjutan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Internasional
Putin Bertemu PM China di Saint Petersburg, KTT Tiga Pihak Terbuka
Vladimir Putin bertemu Li Qiang di Saint Petersburg dan menyebut peluang bertemu Xi Jinping di KTT APEC Shenzhen. Kremlin belum menyepakati KTT tiga p…
Terbaru di Internasional
Berita utama hari ini

Baca juga





