Kabar18.com

Jumat, 16 Oktober 2026

Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana Sumatera Hampir Tuntas

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Sumatera hampir tuntas. Puskesmas telah beroperasi 100 persen, tetapi enam puskesmas pembantu masih dipulihkan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stetoskop biru, pita pengukur, botol obat, dan tabung reaksi di atas latar belakang putih.
Ilustrasi: Stetoskop biru, pita pengukur, botol obat, dan tabung reaksi di atas latar belakang putih. · Foto: Mikhail Nilov / Pexels

Jakarta — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan pemulihan layanan kesehatan pascabencana di wilayah Sumatera hampir tuntas pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana.

Tito, yang juga memimpin Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menyebut rumah sakit umum daerah telah hampir seluruhnya kembali beroperasi. Puskesmas juga telah beroperasi 100 persen, sedangkan enam puskesmas pembantu masih memerlukan pemulihan.

Pemulihan tersebut mencakup wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pemerintah menyampaikan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sebagai program yang ditargetkan berlangsung selama tiga tahun, yakni 2026 hingga 2028.

Pemulihan layanan dasar menentukan akses kesehatan warga

Perkembangan ini berkaitan langsung dengan akses masyarakat terdampak bencana terhadap layanan kesehatan dasar. Kembalinya operasional rumah sakit dan puskesmas memungkinkan pelayanan berjalan kembali, sementara enam puskesmas pembantu yang belum selesai menjadi bagian pekerjaan yang masih harus ditangani.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa rumah sakit di tiga provinsi terdampak kembali beroperasi dalam waktu satu bulan. Pemulihan puskesmas menyusul dalam dua setengah bulan, sedangkan sejumlah puskesmas pembantu membutuhkan pembangunan ulang.

RRI melaporkan Kementerian Kesehatan telah menyalurkan Rp157,88 miliar untuk alat kesehatan dan kebutuhan pendukung lainnya hingga September 2026. Pemenuhan kebutuhan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pembangunan fasilitas yang membutuhkan konstruksi dilanjutkan hingga 2027.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.