Film Istimewa Tayang, Produser Sebut 7.500 Anak Disabilitas Nonton Bareng di Hari Pertama
Produser film Istimewa menyebut sekitar 7.500 anak penyandang disabilitas dari berbagai provinsi nonton bareng pada hari pertama tayang, 17 September. Ia berjanji membangun rumah singgah di tiap provinsi bila penonton mencapai satu juta.
Oleh Asyinta Sastra
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Jakarta — Sekitar 7.500 anak dengan disabilitas, anggota berbagai komunitas dari seluruh provinsi, menonton bersama film Istimewa pada Kamis, 17 September 2026, hari pertama film drama keluarga itu diputar di bioskop, menurut keterangan tertulis produser Abdullah Mansuri.
Angka itu berasal dari keterangan Abdullah yang dimuat Kompas.com dan Medcom.id; laporan yang dirujuk tidak memuat hitungan dari pihak lain. Menurut dia, acara tersebut dimaksudkan sebagai perayaan bagi anak-anak disabilitas di berbagai daerah, dan tim produksi ingin kegembiraan atas rilis film ikut dirasakan mereka.
Istimewa disutradarai Ruben Adrian dan diproduksi Kairos Pictures; dalam laporan ANTARA pada Juli, rumah produksi itu ditulis Kairos Film. ANTARA mencatat film ini bisa ditonton mulai 17 September 2026. Eventguide.id, sehari sebelum rilis, menulis penayangannya berlangsung serentak di bioskop seluruh Indonesia.
Lima anak mencari Ayah
Cerita berpusat di Rumah Istimewa, tempat Aldo, Bimo, Ken, Nita, dan Mul tinggal bersama Pak Mahendra, lelaki yang mereka panggil Ayah dan diperankan Mathias Muchus. Menurut Kompas.com, saat Ayah mendadak tidak lagi berada di tengah mereka, kelima anak itu memutuskan keluar rumah untuk mencarinya.
ANTARA menambahkan, tokoh Ayah Mahendra menghadapi vonis penyakit, dan rasa takut kehilangan menjadi salah satu titik emosional film. Kantor berita itu menulis enam anak, tetapi merinci lima nama yang sama dengan Kompas.com.
Kompas.com melaporkan cerita film dirangkai dari sejumlah kisah nyata penyandang disabilitas, dan pemeran utamanya adalah talenta penyandang disabilitas. Selain Mathias Muchus, film ini diperkuat Agus Kuncoro, Ence Bagus, Komo Ricky, Ajil Ditto, dan Maxime Mustofa. Daftar pemain juga memuat Niatus Sholihah, Rein, Salsabila Bella, Yanni Melwani, Zulfadli Aldiansyah, serta Bambang Ceper.
Mengapa ini penting
Istimewa menempatkan anak-anak penyandang disabilitas sebagai penggerak cerita. Dalam laporan ANTARA saat trailer dirilis pada Juli, Ruben mengatakan film ini sejak awal dirancang untuk menawarkan cara pandang baru terhadap anak-anak disabilitas lewat kisah yang berangkat dari pengalaman nyata. Eventguide.id menulis para tokohnya tidak hanya tampil sebagai sosok yang dikasihani, tetapi juga sebagai anak-anak yang punya kepribadian, mimpi, dan pilihan sendiri.
Bagi penonton, film ini juga membawa janji sosial. Abdullah menyatakan akan membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi bila film meraih satu juta penonton. Kompas.com menulis rencana itu diharapkan menambah ruang bagi anak-anak disabilitas untuk belajar, berkarya, dan mengasah kemampuan. Janji tersebut masih berupa komitmen yang bergantung pada capaian penonton; laporan yang dirujuk belum memuat rincian lokasi, biaya, atau jadwal pembangunan.
Kata para pihak
Ruben Adrian, dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat, 18 September, yang dikutip ANTARA, menekankan cara film memperkenalkan tokoh-tokohnya.
“Kami ingin penonton mengenal mereka lewat ceritanya.”
Ia menjelaskan, yang hendak ditonjolkan adalah mimpi, keberanian, persahabatan, dan ikatan keluarga para tokoh, bukan semata kondisi mereka.
Abdullah Mansuri, masih menurut ANTARA, mengatakan Istimewa baginya bukan sekadar proyek film, melainkan upaya agar penyandang disabilitas terus punya ruang untuk tumbuh, berkarya, dan tempat aman untuk pulang. Dalam laporan Eventguide.id, ia menyebut tidak ingin film ini berhenti sebagai tontonan, tetapi menjadi langkah menghadirkan ruang nyata.
Mathias Muchus, dalam laporan ANTARA pada 25 Juli, menyebut ketulusan film itu sebagai hal yang membuatnya jatuh hati. Menurut aktor itu, Istimewa mengingatkan bahwa keluarga tidak selalu ditentukan hubungan darah, tetapi oleh orang-orang yang memilih menerima, menjaga, dan tetap hadir.
Angka kunci
- 7.500 — perkiraan jumlah anak penyandang disabilitas yang ikut nonton bareng pada hari pertama, menurut keterangan produser yang dikutip Kompas.com dan Medcom.id.
- 17 September 2026 — tanggal film mulai tayang di bioskop, menurut ANTARA dan Eventguide.id.
- 1 juta penonton — ambang yang dipasang produser untuk membangun Rumah Singgah Istimewa di setiap provinsi.
Apa selanjutnya
Istimewa masih diputar di bioskop. Laporan-laporan yang dirujuk tidak memuat angka jumlah penonton, sehingga jarak menuju ambang satu juta belum diketahui. Kelanjutan rencana rumah singgah bergantung pada capaian jumlah penonton.
Sumber
- Kompas.com — 7.500 anak disabilitas sambut hari pertama penayangan film Istimewa
- Medcom.id — Film Istimewa ajak 7.500 anak disabilitas nobar di hari pertama tayang
- ANTARA — Film Istimewa isi layar lebar, angkat kisah anak disabilitas berdaya
- Eventguide.id — Film Istimewa: tembus 1 juta penonton, siap bangun rumah singgah di setiap provinsi
- ANTARA — Film Istimewa angkat anak disabilitas sebagai tokoh utama

