Kabar18.com

Sabtu, 19 September 2026

FFI 2026 Tetapkan 15 Film ke Tahap Nominasi, Malam Puncak November Digelar Sederhana

Komite FFI 2026 menyaring 25 film menjadi 15 dengan melibatkan 12 asosiasi profesi. Ario Bayu menyebut malam puncak November digelar sederhana; film nomine akan diputar gratis di Jakarta, Palembang, Makassar, dan Mataram.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 4 menit baca

Buka foto ukuran besar. Foto arsip: kerumunan orang pada Festival Film Indonesia kedua, Februari 1960. (Foto: Uncredited (koleksi Foto-Foto Acara Festival Film Indonesia) / Wikimedia C…
Foto arsip: kerumunan orang pada Festival Film Indonesia kedua, Februari 1960. (Foto: Uncredited (koleksi Foto-Foto Acara Festival Film Indonesia) / Wikimedia Commons, Public domain)

Jakarta — Komite Festival Film Indonesia (FFI) 2026 menetapkan 15 film cerita panjang yang melaju ke tahap nominasi Piala Citra. Ketua Komite FFI Ario Bayu, Jumat, 18 September 2026, di Jakarta Selatan, menyatakan malam puncak November nanti digelar sederhana. Komite juga menyiapkan pemutaran gratis film nomine di empat kota.

Kelima belas judul itu merupakan hasil Seleksi Awal Tahap 2. Medcom.id melaporkan rapat penjurian berlangsung Selasa, 15 September 2026, dan menyaring 25 film yang lolos tahap pertama; RRI mencatat daftar 25 film tersebut diumumkan pada 6 September. Ketua Bidang Penjurian FFI 2026 Budi Irawanto menyebut baru tahun ini asosiasi profesi perfilman ikut menilai pada tahap itu, bersama Tim Seleksi Awal dan Komite Penjurian.

Dua belas asosiasi terlibat, mulai dari perkumpulan produser, sutradara, sinematografer, penulis layar lebar, dan penyunting gambar hingga pengkaji film serta artis film. Kepada ANTARA, Ario menjelaskan kurasi awal dibagi dua: tiga orang berpengalaman lebih dulu membantu komite mengkurasi daftar panjang (longlist), lalu kurator, komite, dan asosiasi menimbang bersama sampai tersisa 15 judul. Dalam temu media itu Ario hadir bersama dua Duta FFI 2026, Morgan Oey dan Nirina Zubir.

Bisnis.com dan IDN Times mencatat sutradara di balik daftar tersebut, antara lain Joko Anwar (Ghost in the Cell), Mouly Surya (Tukar Takdir), Wregas Bhanuteja (Para Perasuk), Edwin (Monster Pabrik Rambut), dan Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya). Sepuluh judul lainnya: Na Willa, Dopamin, Ikatan Darah, Badut Gendong, Senin Harga Naik, Nobody Loves Kay, Surat Untuk Masa Mudaku, Operasi Pesta Copet, Tunggu Aku Sukses Nanti, serta Semua Akan Baik-Baik Saja.

Soal malam puncak, Ario mengatakan kepada Kompas.com bahwa komite sepakat tidak menggelar perayaan besar dan mewah seperti edisi sebelumnya, karena kondisi sosial yang ia sebut memprihatinkan dan situasi ekonomi yang kurang ideal. Ia menitipkan tiga kata kunci kepada tim kreatif: “kesederhanaan, humility, dan membumi”. Konsep acara masih digodok dan akan diumumkan kemudian.

Menurut Ario kepada ANTARA, horor menjadi genre terbanyak di antara film yang didaftarkan sebelum disaring ke 25 besar. Ia menyebut komedi dan drama juga banyak diproduksi di Indonesia dalam dua tahun terakhir, termasuk perpaduan seperti horor-komedi, dan mengaitkan dominasi horor dengan selera pasar penonton dalam negeri.

Hasil seleksi tidak lepas dari kritik. Medcom.id melaporkan sebagian pengguna media sosial mempertanyakan sejumlah judul yang tidak masuk 25 besar. Ario menjawab bahwa komite berperan sebagai fasilitator, sedangkan penilaian berada di tangan para pakar yang ditunjuk.

Mengapa ini penting

Piala Citra diserahkan pada Malam Anugerah FFI, dan cara festival menyaring nomine kerap diperdebatkan: Ario mengakui kepada Medcom.id bahwa pengumuman hasil kurasi sering memicu polarisasi di masyarakat. Menurut dia, pelibatan asosiasi profesi sejak seleksi awal dimaksudkan agar tiap kategori ditimbang pihak yang punya kepakaran di bidangnya.

Bagi penonton, perubahan yang paling terasa adalah Nomination Week. Duta FFI 2026 Morgan Oey menyebut empat kota terpilih lewat survei dan pemungutan suara: Jakarta, Palembang, Makassar, dan Mataram. Ario menambahkan, selama sepekan penuh penonton bisa menyaksikan film panjang, film pendek, dan dokumenter yang masuk lima besar nominasi. Kompas.com menulis program baru ini dirancang untuk menjawab persoalan edisi terdahulu, saat ada film pemenang yang belum sempat tayang di Indonesia.

Angka kunci

  • 25 menjadi 15: jumlah film cerita panjang sebelum dan sesudah Seleksi Awal Tahap 2 (Medcom.id, RRI).
  • 12 asosiasi profesi perfilman ikut menilai, untuk pertama kali pada tahap seleksi awal (Medcom.id, RRI).
  • 3 orang ditunjuk membantu mengkurasi daftar panjang pada tahap pertama (ANTARA).
  • Hampir 100 anggota Akademi Citra, bersama asosiasi profesi, memilih lima besar lewat pemungutan suara (ANTARA).
  • 4 kota menjadi lokasi Nomination Week: Jakarta, Palembang, Makassar, dan Mataram (Kompas.com).

Apa selanjutnya

Tahap berikutnya adalah pemungutan suara untuk menentukan lima besar nominasi, yang menurut Ario kepada ANTARA dijadwalkan diumumkan bulan depan.

Soal tanggal, linimasa di situs resmi festivalfilm.id mencantumkan pengumuman nominasi pada 12 Oktober 2026 dan Malam Anugerah pada 20 November 2026. Keterangan komite yang dikutip Medcom.id, RRI, dan Bisnis.com hanya menyebut pekan ketiga Oktober dan November, tanpa tanggal. FFI 2026 mengusung tema Askala Karya Sinema Indonesia; situs resmi festival menjelaskan askala, kata dari bahasa Sanskerta, bermakna sinar, cahaya, dan harapan.

Sumber

Berita berikutnya

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.