Francesca Albanese Serukan Boikot Produk Terkait Israel di Jakarta
Francesca Albanese menyerukan boikot dan tekanan ekonomi terhadap pihak yang dinilai terkait pendudukan Israel dalam diskusi Amnesty International Indonesia di Jakarta pada 21 Oktober 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Francesca Albanese menyerukan masyarakat, termasuk warga Indonesia, menggunakan kekuatan ekonomi untuk menekan Israel agar mengakhiri pendudukan wilayah Palestina dalam diskusi Amnesty International Indonesia di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Albanese menyebut boikot konsumsi dan keputusan investasi dapat menjadi instrumen untuk menekan sistem ekonomi yang dinilai menopang pendudukan. Ia mendorong masyarakat mengidentifikasi perusahaan, industri, dan lembaga riset yang memperoleh keuntungan dari pendudukan tersebut, lalu memilih sasaran boikot yang dapat dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Dalam diskusi itu, Albanese mengatakan Indonesia memiliki 250 juta warga. Menurut dia, apabila 10 persen warga menggunakan kekuatan boikot, dampaknya akan berarti. Ia mencontohkan penghentian penggunaan layanan Airbnb, tidak membeli produk minuman Coca-Cola, atau menghindari pakaian bermerek Zara.
Albanese menegaskan masyarakat tidak harus memboikot seluruh produk sekaligus. Ia menyarankan warga memeriksa daftar gerakan Boycott, Divestment and Sanctions (BDS) Indonesia dan memilih satu, dua, atau tiga entitas dari sektor perbankan, makanan dan minuman, atau fesyen.
Seruan boikot memperluas pilihan tekanan ekonomi bagi Indonesia
Seruan tersebut sejalan dengan pendekatan BDS, gerakan masyarakat sipil Palestina yang menggunakan boikot, divestasi saham, dan sanksi ekonomi untuk menekan Israel. Bagi pembaca di Indonesia, isu ini berkaitan dengan pilihan konsumsi, keputusan investasi, serta posisi masyarakat dalam dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Diskusi Amnesty International Indonesia juga mengungkapkan bahwa sekelompok pegiat hak asasi manusia di Indonesia tengah memperjuangkan masuknya rancangan undang-undang tentang boikot Israel ke dalam Program Legislasi Nasional. Rancangan itu menyasar hubungan ekonomi serta pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari Israel.
Albanese menyampaikan seruan tersebut dalam kegiatan di Jakarta pada 21 Oktober 2026. Laporan lain mengenai kegiatan yang sama menyebut diskusi itu dihadiri sekitar 800 peserta.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Israel Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran Tanpa AS
Israel menyiapkan opsi aksi militer baru terhadap Iran, termasuk secara mandiri tanpa keterlibatan Amerika Serikat. Persiapan berlangsung saat ketegan…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga




