Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Hashim Bantah Masih Memiliki Usaha Kelapa Sawit

Hashim Djojohadikusumo mengatakan sudah tidak memiliki usaha kelapa sawit. Bantahan itu muncul setelah tudingan publik dan polemik rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk biofuel.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sinar matahari menembus rimbunnya pohon-pohon di perkebunan kelapa sawit.
Ilustrasi: Sinar matahari menembus rimbunnya pohon-pohon di perkebunan kelapa sawit. · Foto: SweeMing YOUNG / Pexels

Indonesia — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo membantah tudingan bahwa ia masih memiliki usaha kelapa sawit pada 21 Oktober 2026. Bantahan itu disampaikan dalam wawancara dengan CNN Indonesia.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat konteks bahwa bantahan kepemilikan sawit Hashim muncul bersamaan dengan polemik daftar perusahaan karhutla dan rencana pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk biofuel.

Hashim mengatakan sudah tidak memiliki usaha di bidang kelapa sawit. Pernyataan itu muncul ketika Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau National Environment Agency merilis daftar 10 perusahaan yang diduga terkait kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.

Sejumlah perusahaan dalam daftar tersebut bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Di tengah polemik itu, pengguna media sosial menuding Hashim merupakan salah satu pemilik perusahaan sawit di Indonesia.

Polemik juga berkaitan dengan pernyataan Hashim pada 7 Oktober 2026 dalam Investor Daily Summit di Jakarta. Ia menyebut pemerintah memiliki data 12,7 juta hektare hutan terdegradasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50 hingga B100.

Hashim mengatakan pemanfaatan itu ditujukan pada hutan rusak, bukan hutan primer. Pernyataan tersebut memicu pertanyaan mengenai data, status lahan, dan kemungkinan penggunaan kawasan tersebut.

CNN Indonesia menjadwalkan wawancara lanjutan dengan Hashim mengenai karhutla, sawit, dan masa depan bioenergi pada 22 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.