Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

BNPB Catat Karhutla 1.500 Hektare, IKN Ikut Terdampak

BNPB mencatat sekitar 1.500 hektare lahan masih menyala per 20 Oktober 2026. Kebakaran di Kalimantan Timur, termasuk IKN, masih mencakup sekitar 30,58 hektare.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tampilan jarak dekat dari tekstur permukaan kayu yang hangus terbakar dan retak-retak.
Ilustrasi: Tampilan jarak dekat dari tekstur permukaan kayu yang hangus terbakar dan retak-retak. · Foto: Eve R / Pexels

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 1.500 hektare lahan masih menyala di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan data per Selasa (20/10/2026), sementara kebakaran di Kalimantan Timur turut berdampak pada kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipusatkan pada enam provinsi prioritas. Wilayah itu meliputi Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.

Dalam penanganan pada enam provinsi tersebut, BNPB mencatat target area mencapai 983 hektare lebih. Tim gabungan telah memadamkan 502 hektare lebih, sedangkan 481 hektare masih belum padam. Data itu disampaikan dalam konferensi pers daring pada Rabu (21/10/2026).

BNPB juga melaporkan karhutla di wilayah lain di luar enam provinsi prioritas. Kalimantan Timur, termasuk kawasan IKN, menjadi salah satu wilayah terdampak dengan area yang masih terbakar sekitar 30,58 hektare. Angka tersebut merupakan bagian dari pemantauan BNPB atas kebakaran yang berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia.

Karhutla di IKN menunjukkan dampak lintas wilayah

Data BNPB menunjukkan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan provinsi yang ditetapkan sebagai prioritas. Kebakaran juga menjangkau Kalimantan Timur dan kawasan IKN, sehingga perkembangan api di wilayah tersebut menjadi bagian dari pemantauan penanggulangan bencana.

BNPB menyebut kebakaran di luar enam provinsi prioritas tersebar dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara. Dalam laporan yang dikutip Republika, lembaga itu menyatakan terdapat lebih dari 1.044 hektare area yang tersebar di wilayah tersebut, dengan 44 hektare telah berhasil dipadamkan. BNPB memperkirakan sekitar 1.000 hektare di luar enam provinsi prioritas masih belum terpadamkan.

Penanganan selanjutnya mengikuti pembagian wilayah dan hasil pemantauan lapangan BNPB. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan jadwal penyelesaian pemadaman atau keputusan penutupan kawasan tertentu.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.