Kabar18.com

Senin, 21 September 2026

Freeport Kucurkan Rp25 Triliun Kembangkan Tambang Kucing Liar Papua Tengah

PT Freeport Indonesia mengungkap telah mengucurkan sekitar Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah.

Oleh

Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang

· 3 menit baca

Papua Tengah — PT Freeport Indonesia menyatakan telah mengalokasikan sekitar Rp25 triliun untuk pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar di Distrik Mineral Grasberg, Papua Tengah. Investasi itu merupakan bagian dari rencana total belanja sekitar Rp72 triliun hingga 2033 untuk menjadikan Kucing Liar sebagai tambang masa depan perusahaan.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan, pengembangan tambang Kucing Liar saat ini telah memasuki tahap development. Menurut penjelasan Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, produksi dari tambang tersebut ditargetkan mulai berjalan pada 2029 setelah semula direncanakan 2028.

Dalam paparan yang dikutip berbagai media, Tony menyebut sekitar Rp25 triliun sudah digelontorkan untuk menyiapkan fasilitas pendukung dan akses penambangan bawah tanah Kucing Liar. Angka itu merupakan bagian dari kebutuhan investasi sekitar Rp72 triliun sampai 2033 untuk pengembangan penuh tambang baru tersebut.

Freeport memproyeksikan Kucing Liar menjadi tulang punggung operasi jangka panjang perusahaan di Papua. Tambang ini dirancang sebagai tambang bawah tanah berkapasitas besar yang akan menambah sumber produksi setelah tambang Grasberg Block Cave mencapai puncak produksi dan mulai menurun dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam berbagai pernyataan, manajemen Freeport memaparkan bahwa Kucing Liar ditargetkan mulai memberi tambahan produksi pada 2029 dengan kapasitas penambangan bijih yang akan ditingkatkan secara bertahap. Pada saat beroperasi penuh, tambang ini diproyeksikan mampu menghasilkan ratusan ribu ton bijih per hari serta produksi tembaga dan emas yang signifikan untuk pasar global.

Data produktivitas yang dipaparkan Freeport menunjukkan tren kenaikan produksi bijih dari operasi bawah tanah perseroan menjelang beroperasinya Kucing Liar. Proyeksi perusahaan memperkirakan produksi bijih harian akan naik bertahap hingga menembus lebih dari 220 ribu ton per hari pada 2029–2030, didukung oleh kontribusi Kucing Liar.

Selain menambah kapasitas produksi, proyek Kucing Liar diposisikan Freeport sebagai penopang kesinambungan kontribusi perseroan terhadap penerimaan negara. Dalam beberapa tahun terakhir, setoran Freeport ke kas negara melalui pajak, royalti, dan dividen diperkirakan terus meningkat seiring pemulihan dan ekspansi operasi bawah tanah.

Pengembangan Kucing Liar dilakukan di tengah masih berlakunya Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport hingga 2041. Masa operasi tambang baru ini dirancang selaras dengan periode izin, sehingga diharapkan dapat menjaga tingkat produksi dan penerimaan negara dari sektor tembaga dan emas hingga dekade mendatang.

Manajemen Freeport menyebut cadangan Kucing Liar memiliki kualitas yang baik dan volume yang besar. Dengan investasi multi-tahun yang mencapai puluhan triliun rupiah, perusahaan menargetkan tambang ini siap beroperasi komersial menjelang akhir dekade, setelah proses pengembangan dan pembangunan infrastruktur selesai.

Hingga pertengahan 2026, realisasi investasi pengembangan Kucing Liar sekitar Rp25 triliun menunjukkan sebagian besar belanja diarahkan pada pembangunan terowongan, fasilitas ventilasi, sistem angkut bijih, dan infrastruktur pendukung lain yang diperlukan untuk operasi tambang bawah tanah skala besar di wilayah Pegunungan Papua Tengah.

Sumber

Berita berikutnya

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.