Gus Kikin, Toke Minyak itu Nahkodai Perahu NU, Nasabnya Nyambung Ke Pendiri NU
· 5 menit baca
KABAR18.COM - KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2026–2031 setelah mengungguli calon petahana, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam Muktamar ke 35 NU di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, Senin ( 31/8/2026)
Kemenangan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini mempertegas arah baru kepemimpinan PBNU di bawah restu Rais Aam KH Miftah Achyar.
Mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang beranggotakan 9 kiai sepuh.
Namun, sebelum diserahkan ke musyawarah 9 kiai AHWA, proses pemilihan diawali dengan tahap penjaringan/tabulasi dukungan awal dari para pemilik suara (PCNU & PWNU).
Hasil penjaringan perolehan suara dari total 552 suara sah adalah sebagai berikut:
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): 472 suara (Perolehan tertinggi mendominasi tabulasi)
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya / Petahana) & Kandidat Lain: Sisa 80 suara terbagi di antara 4 kandidat lainnya (KH Yahya Cholil Staquf, KH Zulfa Mustofa, KH Abdussalam Sochib, dan KH Abdul Ghaffar Rozin).
Setelah nama-nama calon beserta perolehan angka penjaringan awal diserahkan ke forum AHWA, 9 kiai sepuh secara bulat menyetujui dan menetapkan Gus Kikin secara mufakat sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmat 2026–2031 dengan restu Rais Aam KH Miftachul Akhyar.
Dukungan kuat dari jajaran Syuriyah serta solidnya suara PCNU dan PWNU di berbagai daerah menjadi kunci utama yang menghantarkan Gus Kikin menuju kursi Tanfidziyah PBNU.
Dengan duet KH Miftah Achyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketua Umum, kepengurusan PBNU periode 2026–2031 diharapkan mampu membawa keteduhan, memperkuat konsolidasi pesantren, serta menegakkan kemandirian jam'iyah Nahdlatul Ulama dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Siapa KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin awalnya menjadi Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng, dipercaya untuk meneruskan perjuangan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah sebagai pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Di banyak kesempatan, Gus Kikin mengatakan bahwa Gus Sholah sudah menyiapkan calon Pengasuh Pesantren Tebuireng sekitar empat tahun lalu. Saat itu dirinya diminta adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu untuk menyiapkan diri.
“Januari 2016 saya diminta Gus Sholah membantu beliau dan bersiap. Kalau terjadi suksesi, kami diminta melanjutkan. Termasuk suksesi beliau sudah menyiapkan. Saya banyak belajar dari beliau,” kata Gus Kikin di Pesantren Tebuireng, Jalan Irian Jaya nomor 10, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang
Pemilihan dirinya sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng, lanjut Gus Kikin, dilakukan Gus Sholah melalui musyawarah keluarga. Yaitu melibatkan seluruh keturunan KH M Hasyim Asy’ari, selaku pendiri pesantren. Sebanyak 200 lebih anggota keluarga Pesantren Tebuireng dikumpulkan oleh Gus Sholah pada 2016 silam.
Saat itu, setiap orang yang datang diminta menyampaikan usulan soal siapa sosok yang tepat menjadi Pengasuh Tebuireng selanjutnya.
Berbagai usulan sekaligus kriteria calon pengasuh kata Gus Kikin, lantas dibahas oleh tim khusus. Tim ini terdiri dari sembilan orang perwakilan keturunan KH M Hasyim Asy’ari. Di situ diputuskan siapa yang menjadi pengasuh.
“Tahun 2016 itu dulu akhirnya saya diminta Gus Sholah, saya siap. Kita sudah selesai, sudah jauh hari. Itu yang oleh Gus Sholah sudah dilakukan. Sehingga beliau tidak lagi memikirkan itu,” katanya.
Sebagai Pengasuh Pesantren Tebuireng yang baru, Gus Kikin akan melanjutkan berbagai pengembangan pesantren yang telah dilakukan Gus Sholah selama ini.
Selama dipimpin cucu KH M Hasyim Asy’ari itu, Pesantren Tebuireng telah mempunyai 15 cabang di seluruh Indonesia. Lerbih rincinya Pesantren Tebuireng Pusat di Tebuireng, Cukir, Jombang.
Tebuireng II di Jombok, Ngoro, Jombang, Tebuireng III, Hajarun Najah, Indragiri Hilir, Riua, Tebuireng IV, al-Islah Indradiri Hulu, Riau, Tebuireng V, Ciganjur, Jakarta, Tebuireng VI, Binaumma, Cianjur. Tebuireng VII, Miftakhul Khoir, Bolaang Mongonowan Timur, Sulut, Tebuireng VIII, Petir, Serang, Banten. Tebuireng IX, al-Kamal, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Tebuireng X, al-Hijaz, Rejang Lebong, Bengkulu, Tebuireng XI di Ambon Maluku. Tebuireng XII, Darul Shalihin, Tulang Bawang Barat, Lampung, Tebuireng XIII di Pandeglang, Banten, Tebuireng XIV, Madani, Bintan, Kepulauan Riau, serta Tebuireng XV di Samarinda, Kalimantan Timur.
Kiai yang Pengusaha
Pengusaha mapan di bidang minyak dan gas bumi ini adalah pemilik PT Energi Mineral Langgeng (EML), sebuah perusahaan migas nasional yang diberi amanat mengelola South East Madura Block. Wilayah kerja yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) ini meliputi wilayah Sumenep dan Situbondo.
Saat ini, PT EML telah melakukan pengeboran dua sumur eksplorasi yang diberi nama Sumur ENC-01 dan ENC-02. Kedua sumur tersebut terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Gus Kikin adalah putra almarhum KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma'shum. Dari jalur ibu, nasabnya bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung Hadratus Syaikh KH M Hasyim Asy'ari yang diperistri KH Ma'shum Ali, ahli falak asal Gresik dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah, atau kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Sedangkan dari jalur ayah, nasabnya bersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang, Jombang. Dari jalur ayah ini, Gus Kikin terhitung masih adik sepupu KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo, yang saat ini menjabat Rais Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.
Baca berikutnya
Terbaru di Daerah

Kapolri Ungkap Konsesi 11 Korporasi Karhutla di Kalimantan
Kapolri melaporkan 286 laporan perkara perorangan dan 100 laporan korporasi dalam penanganan karhutla. Konsesi 11 korporasi tersangka mencapai 209.933…
Berita utama hari ini

Baca juga



