Hanif Sebut El Nino Dorong Karhutla di Indonesia
Hanif Faisol Nurofiq menyebut El Nino yang cukup panjang dan suhu tinggi turut mendorong karhutla. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat penanganan karhutla di Jakarta Barat.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta Barat — Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan El Nino yang cukup panjang dan suhu yang cukup tinggi turut mendorong meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Jakarta Barat saat Hanif merespons desakan Anggota DPR Malaysia Andrew Chen Kah Eng agar pemerintah Indonesia segera menuntaskan persoalan kebakaran hutan dan lahan. Hanif mengatakan respons resmi terhadap desakan tersebut merupakan kewenangan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Hanif menekankan bahwa karhutla tidak semata-mata dipicu ulah manusia. Menurut dia, potensi bahan bakar yang cukup berlimpah di Indonesia, El Nino yang cukup panjang, serta suhu yang cukup tinggi menjadi faktor yang mendorong kejadian tersebut.
Karhutla berdampak pada hubungan Indonesia dengan negara tetangga
Isu karhutla menjadi perhatian lintas negara karena asapnya dapat mencemari wilayah negara anggota ASEAN. Andrew Chen Kah Eng juga meminta Indonesia menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada negara-negara ASEAN. Hanif menyebut prinsip lingkungan internasional mengatur bahwa pihak yang mencemari harus bertanggung jawab, tetapi penanganan respons diplomatik berada pada Kementerian Luar Negeri.
Kondisi karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih belum padam. Penanganan di wilayah itu turut menghadapi kendala drainase dan akses jalan di kawasan hutan.
Penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga kondisi lahan, cuaca, kualitas udara, serta koordinasi pemerintah pusat dan daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Karhutla Bromo di Probolinggo Tewaskan Empat Orang
Karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Probolinggo, pada 15 Oktober 2026 menewaskan empat orang saat pemadaman. Dua korban luka dirujuk ke S…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





