IMF Peringatkan Dampak AI terhadap Pekerja Muda di Bangkok
Kristalina Georgieva memperingatkan AI dapat mengubah pasar kerja dan paling menekan pekerja muda yang baru memulai karier. IMF memperkirakan 40% pekerjaan terdampak.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Kepala Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap pasar tenaga kerja, terutama bagi generasi muda yang memasuki dunia kerja, dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada 18 Oktober 2026.
Georgieva menyebut perubahan akibat AI berpotensi menjadi seperti tsunami yang bergerak lambat. Menurut IMF, sekitar 40% pekerjaan di seluruh dunia akan terdampak kemajuan AI. Dampaknya dapat berupa pekerjaan yang bertambah nilainya, berkurang nilainya, atau hilang.
Kelompok muda menjadi perhatian karena pekerjaan awal yang biasanya mereka gunakan untuk memulai karier banyak berisi tugas rutin dan berulang. Pekerjaan tersebut selama ini dapat menjadi tahap awal sebelum pekerja naik ke posisi dengan tanggung jawab lebih besar.
CNBC Indonesia melaporkan dampak AI diperkirakan lebih besar di negara maju, terutama terhadap pekerja dengan keterampilan menengah yang pekerjaannya rentan diotomatisasi. Georgieva juga mengatakan perubahan teknologi menggeser permintaan tenaga kerja, bukan semata-mata menguranginya.
Dampak AI menentukan jalur awal karier pekerja Indonesia
Bagi pembaca di Indonesia, perubahan pada pekerjaan tingkat awal dapat memengaruhi cara lulusan baru memperoleh pengalaman dan mengembangkan keterampilan. Perubahan permintaan tenaga kerja juga membuat kemampuan menggunakan AI semakin relevan di tengah pergeseran jenis pekerjaan.
IMF menyatakan pemerintah perlu menyesuaikan sistem pendidikan agar pekerja dapat terus mengembangkan keterampilan sepanjang karier. Laporan IMF juga menekankan perlunya pelatihan bagi kaum muda dan kebijakan pasar kerja yang membantu pekerja beradaptasi dengan perubahan teknologi.
Georgieva mengatakan pekerjaan rutin dan berulang menjadi bagian yang paling rentan ketika AI mengambil alih sebagian tugas. Pada saat yang sama, sejumlah pekerjaan dapat terbantu atau meningkat produktivitasnya melalui penggunaan teknologi tersebut.
Perubahan itu tidak berarti seluruh pekerjaan yang terdampak akan hilang. Angka 40% mencakup pekerjaan yang mengalami peningkatan, penurunan nilai, atau penghapusan akibat AI.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Nezar Patria Ingatkan Risiko Ketergantungan Anak pada AI, Mengurangi Kemandirian dan Kemampuan Berpikir Kritis
Nezar Patria meminta orang tua mendampingi anak dalam menggunakan AI. Sekitar 70 juta anak Indonesia disebut akan tumbuh di tengah ekosistem digital y…
Terbaru di Teknologi

Baca juga





