Karhutla Ganggu Penerbangan dan Batasi Akses Wisata Bromo
Karhutla mengganggu 2.458 penerbangan domestik hingga 17 Oktober 2026. Di Bromo, akses Penanjakan dibatasi sampai Lemah Pasar karena kebakaran belum terkendali.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Kebakaran hutan dan lahan mengganggu 2.458 penerbangan berjadwal domestik di Indonesia hingga 17 Oktober 2026, sementara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membatasi akses wisata ke Penanjakan, Gunung Bromo, mulai 17 Oktober 2026.
Kementerian Perhubungan mencatat gangguan penerbangan tersebut terjadi sejak 11 Agustus hingga 17 Oktober 2026. Dari total itu, 1.080 penerbangan mengalami keterlambatan dan 1.324 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Sebanyak 22 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain, enam penerbangan kembali ke bandar udara keberangkatan, dan 26 penerbangan dimajukan jadwalnya.
Gangguan dipicu kabut asap yang menurunkan jarak pandang di sekitar sejumlah bandara. Dampaknya meluas ke Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara pada 13–17 Oktober 2026, selain wilayah Kalimantan, Papua, dan Sumatera yang lebih dulu terdampak.
Karhutla berdampak pada konektivitas dan wisata
Di Jawa Timur, kebakaran melanda kawasan Bukit Penanjakan Bromo di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memberlakukan pembatasan akses sejak 17 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB karena kebakaran di area Penanjakan belum dapat dikendalikan.
Aktivitas wisatawan, pelaku jasa wisata, dan warga di Penanjakan serta sekitarnya hanya diperbolehkan sampai Lemah Pasar. Pembatasan berlaku hingga batas waktu yang belum ditetapkan. Pengunjung diminta mematuhi ketentuan kunjungan selama petugas menangani kebakaran.
Bagi pembaca di Indonesia, gangguan penerbangan dapat memengaruhi perjalanan antardaerah, sedangkan pembatasan di Bromo berdampak langsung pada akses wisata di salah satu kawasan tujuan nasional. Perkembangan layanan penerbangan dan keputusan pengelola taman nasional menjadi informasi yang perlu diperhatikan sebelum bepergian.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BMKG Ingatkan Awan Cumulonimbus di Sejumlah Jalur Penerbangan
BMKG mengingatkan potensi awan Cumulonimbus di sejumlah jalur penerbangan pada 18 Oktober 2026. Pengguna udara diminta mengikuti pembaruan dari bandar…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga




