Kabar18.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Investasi Pariwisata 2025 Tembus Rp 73,6 Triliun

Pemerintah mendorong investasi pariwisata menyebar ke luar Jakarta dan Bali. Kebijakan mencakup konektivitas penerbangan, insentif rute baru, acara, promosi, dan infrastruktur.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pura Ulun Danu Beratan di tepi danau dengan latar belakang perbukitan berkabut di Bali.
Ilustrasi: Pura Ulun Danu Beratan di tepi danau dengan latar belakang perbukitan berkabut di Bali. · Foto: Lucas Tran / Pexels

Jakarta — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerataan investasi pariwisata ke luar Jakarta dan Bali dalam Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Pemerintah mencatat lebih dari 50% investasi pariwisata masih terkonsentrasi di dua wilayah tersebut.

Investasi pariwisata mencapai Rp 73,6 triliun pada 2025, tumbuh 56,5% dibandingkan 2024. Pada semester I 2026, realisasi investasi tercatat Rp 39,68 triliun, meningkat 16,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk memperluas manfaat ekonomi ke daerah, pemerintah mengoptimalkan KEK, memperkuat konektivitas penerbangan, mempromosikan peluang investasi, dan menyelenggarakan acara di destinasi wisata. Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga mengupayakan skema insentif bagi maskapai yang membuka rute penerbangan baru.

Pemerintah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur prioritas di destinasi wisata. Promosi kepada investor asing dilakukan di pasar strategis, termasuk Abu Dhabi, Osaka, Seoul, dan Beijing.

Pemerataan investasi memperluas manfaat ekonomi daerah

Hingga September 2026, Kementerian Pariwisata mendukung 160 dari 209 acara yang direncanakan. Kegiatan itu melibatkan lebih dari 11,7 juta pengunjung, lebih dari 120 ribu tenaga kerja, dan 20 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan estimasi perputaran ekonomi Rp 22,14 triliun.

Pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia pariwisata melalui enam politeknik pariwisata. Langkah tersebut melengkapi kebijakan investasi, konektivitas, promosi, infrastruktur, dan acara yang diarahkan untuk mengembangkan destinasi di luar Jakarta dan Bali.

Pada 21 September 2026, Kementerian Pariwisata memfasilitasi promosi investasi wisata maritim di Monako yang melibatkan KEK Kura-Kura Bali dan KEK Tanjung Lesung. Pemerintah selanjutnya berfokus pada pelaksanaan skema insentif penerbangan, penguatan infrastruktur prioritas, promosi investasi, dan penyelenggaraan acara di berbagai destinasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.