Kabar18.com

Selasa, 22 September 2026

Jenazah PMI Jembrana Korban Kecelakaan di Guyana Tiba di Bali 21 September

Jenazah pekerja migran Indonesia asal Jembrana, I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, dijadwalkan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 21 September 2026 dini hari setelah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Jalan aspal sepi melintasi perbukitan kering dengan rambu lalu lintas di sisi jalan.
Ilustrasi: Jalan aspal sepi melintasi perbukitan kering dengan rambu lalu lintas di sisi jalan. · Foto: Mo Eid / Pexels

Jembrana, Bali — Jenazah pekerja migran Indonesia asal Jembrana, I Komang Tedy Arsa Biantara Putra, dijadwalkan tiba di Bali pada Senin, 21 September 2026, setelah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Guyana, Amerika Selatan. Keluarga dan pemerintah daerah menyiapkan penjemputan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada dini hari.

Komang Tedy merupakan pekerja migran asal Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. Ia berusia 24 tahun dan menjadi salah satu dari sejumlah pekerja migran asal Jembrana yang meninggal di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan Produktivitas, dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa, jenazah Komang Tedy diberangkatkan dari negara penempatan pada 18 September 2026. Setelah perjalanan udara panjang dari Guyana, jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Minggu, 20 September 2026, sebelum diterbangkan lanjutan ke Bali.

Arimbawa menjelaskan, kargo jenazah menuju Bali telah dijadwalkan dan diperkirakan mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 04.40 WITA. Setelah proses serah terima di bandara, jenazah akan dibawa menuju rumah duka di Banjar Mekarsari, Desa Perancak, Jembrana, yang diperkirakan tiba pada siang hari.

Komang Tedy meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Timehri, Guyana, pada akhir Agustus 2026. Menurut laporan media lokal yang mengutip informasi keluarga dan pemerintah daerah, kecelakaan terjadi saat ia dalam perjalanan dari bandara menuju tempat kerja bersama rombongan menggunakan kendaraan perusahaan.

Dalam peristiwa itu, selain Komang Tedy, seorang warga negara Indonesia lain bernama Edy Ansyori Sukri juga dilaporkan meninggal di lokasi kejadian. Pemerintah daerah Jembrana menyatakan terus berkoordinasi dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan pihak perusahaan untuk proses pemulangan jenazah ke Tanah Air.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana sebelumnya menyebut proses repatriasi terkendala jadwal penerbangan internasional dari Guyana menuju Indonesia. Setelah dokumen kematian dari otoritas setempat terbit dan koordinasi dengan maskapai selesai, jalur penerbangan repatriasi dapat dipastikan hingga ke Bali.

Keluarga Komang Tedy menyatakan telah menyiapkan prosesi upacara adat dan pemakaman setelah jenazah tiba di rumah duka. Pemerintah kabupaten dan aparat desa setempat disebut akan mendampingi keluarga dalam proses tersebut serta memberikan dukungan administratif terkait hak-hak pekerja migran.

Kasus meninggalnya Komang Tedy menambah daftar pekerja migran asal Jembrana yang wafat di luar negeri, sehingga pemerintah daerah menyatakan akan memperkuat pengawasan dan pendampingan terhadap warga yang bekerja di luar negeri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.