Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Pemkot Bogor Operasikan EWS Longsor di Panaragan

Pemkot Bogor mengoperasikan satu unit EWS tanah longsor di Kelurahan Panaragan pada 6 November 2026. Langkah ini melengkapi rencana kontingensi banjir dan gempa bumi.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lereng perbukitan curam yang ditumbuhi pepohonan lebat dengan tanah terbuka di bagian bawah.
Ilustrasi: Lereng perbukitan curam yang ditumbuhi pepohonan lebat dengan tanah terbuka di bagian bawah. · Foto: Zeynep Sude Emek / Pexels

Bogor — Pemerintah Kota Bogor memasang dan mengoperasikan satu unit Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) tanah longsor di Kelurahan Panaragan pada 6 November 2026 sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi.

Informasi tersebut disampaikan dalam apel sinergi lintas sektor di Mako Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor. Kegiatan itu menjadi pemeriksaan akhir kesiapan personel, peralatan, dan logistik untuk menghadapi potensi bencana pada periode 2026 hingga 2027.

Pemkot Bogor mengerahkan unsur lintas sektor, termasuk Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, perangkat daerah, dan masyarakat. Ancaman yang diantisipasi meliputi banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang menjelang akhir 2026.

Sistem peringatan Panaragan memperkuat mitigasi longsor

Selain mengoperasikan EWS di Panaragan, BPBD Kota Bogor menyelesaikan Dokumen Rencana Kontingensi Banjir dan Gempa Bumi Kota Bogor. Langkah mitigasi itu dilaksanakan bersama unsur lintas sektor sepanjang Januari hingga Oktober 2026.

Apel kesiapsiagaan menjadi bagian dari koordinasi menghadapi risiko bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Bogor. Pemkot juga menjalankan langkah lain, termasuk pembentukan Pramuka Tangguh Bencana, deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana se-Kota Bogor, mitigasi lingkungan secara serentak, serta pembentukan Tim Reaksi Cepat lintas sektor.

BPBD Kota Bogor menyebut kesiapan personel, peralatan, dan logistik diperiksa untuk menghadapi potensi bencana sepanjang periode 2026 hingga 2027.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.