Izin Syuting dan Acara di Gunung Bromo Dibuka Kembali
Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuka kembali izin pengambilan gambar dan acara komersial maupun nonkomersial setelah risiko kebakaran menurun.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Gunung Bromo — Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru membuka kembali izin pengambilan gambar dan penyelenggaraan acara di kawasan Gunung Bromo pada 5 November 2026.
Mengapa ini penting: Rumah produksi, penyelenggara acara, pelaku jasa wisata, dan masyarakat kembali dapat mengajukan kegiatan di kawasan Bromo, tetapi pelaksanaan tetap memerlukan izin BB TNBTS.
Kebijakan itu berlaku untuk kegiatan komersial dan nonkomersial. Menurut keterangan BB TNBTS yang dikutip RRI dan CNN Indonesia, pembukaan dilakukan setelah pemantauan kelembapan vegetasi, curah hujan harian, serta pemetaan titik panas menunjukkan tingkat kerawanan kebakaran menurun.
Sebelumnya, BB TNBTS menghentikan sementara proses perizinan kegiatan tersebut untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Liputan Liputan6 menyebut penghentian itu berlaku sejak 7 September 2026.
Pembukaan kembali perizinan dituangkan dalam Pengumuman Nomor PG.31/T.8/BIDTEK/HMS.01.07/B/11/2026. Kebijakan ini ditujukan antara lain kepada penyelenggara acara, rumah produksi, dan masyarakat umum.
BB TNBTS menegaskan pembukaan izin bukan berarti kegiatan dapat langsung dilaksanakan. Pemohon tetap harus mengajukan izin dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di kawasan konservasi.
Seluruh permohonan akan diproses sesuai standar operasional prosedur BB TNBTS. RRI melaporkan bahwa kesempatan pengajuan kembali diberikan kepada pelaku jasa wisata, rumah produksi, penyelenggara acara, dan masyarakat umum.
Pada 6 November 2026, Liputan6 juga melaporkan Gunung Bromo mengalami erupsi. Peristiwa itu menjadi perkembangan terpisah dari keputusan pembukaan kembali perizinan kegiatan syuting dan acara.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Kabut Asap Karhutla Menurunkan Jarak Pandang di Palangka Raya
Kabut asap karhutla masih menyelimuti Palangka Raya pada 6 November 2026 dan membuat jarak pandang minim. Petugas tetap memadamkan api setelah hujan t…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





