Kelompok Rentan Perlu Perlindungan Ekstra dari Paparan Asap Karhutla
Kementerian Kesehatan mengingatkan anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan agar membatasi paparan asap karhutla serta segera mencari layanan kesehatan bila bergejala.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk melindungi anak-anak dan lansia dari paparan asap pada 18 Oktober 2026.
Kemenkes menyebut paparan asap karhutla dapat mengganggu saluran pernapasan, menyebabkan iritasi mata dan kulit, serta memperburuk penyakit kronis. Selain anak-anak dan lansia, ibu hamil serta penderita penyakit pernapasan juga termasuk kelompok yang memerlukan perhatian khusus.
Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika indikator kualitas udara menunjukkan kondisi tidak sehat. Warga yang terpaksa berada di luar rumah dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel berbahaya.
Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar menjaga daya tahan tubuh dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami gangguan atau keluhan kesehatan setelah terpapar asap.
Perlindungan kelompok rentan menjadi fokus penanganan asap karhutla
Imbauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pencegahan dan penanganan dampak kesehatan karhutla. Kemenkes menginstruksikan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak untuk memberikan perlindungan ekstra kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit bawaan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga meminta kelompok rentan membatasi aktivitas di luar rumah selama kabut asap berlangsung. Jika harus keluar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, terutama masker N95 jika tersedia, serta memeriksakan diri apabila muncul batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain yang menetap.
Langkah berikutnya yang disebut Kemenkes adalah menjaga kewaspadaan, memantau kualitas udara, membatasi paparan, dan mengakses layanan kesehatan ketika gejala gangguan kesehatan muncul.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
Polri Kirim Personel Tangani Karhutla di Sumatra Selatan dan Kalteng
Polri mengirim enam personel spesialis AWC dari Polda Lampung ke Sumatra Selatan pada 17 Oktober 2026. Pengiriman ini menyusul 200 personel Polda NTB…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga





