Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

KLH Laporkan Udara Kalteng dan Kalsel Berstatus Berbahaya

Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan berstatus berbahaya pada 22 September 2026 pukul 14.00 WIB. Warga diminta menghindari aktivitas luar ruangan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Perahu kayu tradisional mengapung di atas laut berlatar langit berawan.
Ilustrasi: Perahu kayu tradisional mengapung di atas laut berlatar langit berawan. · Foto: Nothing Ahead / Pexels

Palangka Raya — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melaporkan kualitas udara di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan berstatus berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan pada Selasa, 22 September 2026, pukul 14.00 WIB.

Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH, Edward Nixon Pakpahan, menyampaikan laporan itu dalam konferensi pers daring. KLH menyebut pemantauan di sejumlah provinsi terdampak menunjukkan kualitas udara berada pada tingkat tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya.

Kondisi berbahaya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan dikaitkan dengan dampak kebakaran hutan dan lahan. Tirto melaporkan indikator udara berwarna hitam terdeteksi di kedua provinsi tersebut pada pemantauan hingga pukul 14.00 WIB. Status itu berarti udara berbahaya untuk dihirup.

Udara berbahaya membatasi aktivitas warga

KLH mengimbau warga di lokasi terdampak kualitas udara berbahaya agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan. Warga diminta lebih banyak berada di dalam ruangan untuk mengurangi paparan asap karhutla.

Imbauan tersebut berlaku bagi masyarakat di wilayah yang kualitas udaranya masuk kategori berbahaya. Pemantauan KLH juga mencatat kondisi kualitas udara yang beragam di provinsi lain yang terdampak karhutla, mulai dari tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Laporan mengenai kondisi udara itu merujuk pada pemantauan dan keterangan KLH dalam konferensi pers penanggulangan karhutla. Perkembangan berikutnya bergantung pada hasil pemantauan kualitas udara dan kondisi kebakaran hutan serta lahan di wilayah terdampak.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.