Komdigi Siapkan Perluasan Pusat Data hingga Indonesia Timur
Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan perluasan pusat data swasta ke Indonesia Timur melalui penataan lokasi, energi, konektivitas cadangan, dan perizinan.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Sanur — Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan langkah untuk memperluas pembangunan pusat data swasta ke Indonesia bagian timur. Rencana itu disampaikan Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto dalam diskusi Bali Tech Week 2026 di Sanur pada 20 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Perluasan pusat data dapat membuka pembangunan infrastruktur digital di luar Jawa dan Indonesia Timur, tetapi pelaksanaannya bergantung pada energi, konektivitas, lahan, air, dan perizinan.
Menurut Wayan, pemerintah mempertimbangkan lokasi, kepastian pasokan energi, konektivitas cadangan, dan penyederhanaan perizinan. Perluasan tersebut ditujukan untuk membuka peluang investasi yang selama ini lebih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia.
Komdigi juga menyiapkan regulasi tentang kabel bawah laut dan pusat data. Rancangan peraturan presiden terkait kebijakan itu telah melalui tahap konsultasi publik, menurut Bloomberg Technoz.
Dalam pengembangan pusat data di luar Jawa dan Batam, pemerintah perlu mengoordinasikan pasokan listrik, kesiapan gardu induk, ketersediaan air untuk sistem pendinginan, kesesuaian lahan, serta mitigasi risiko bencana. Pemerintah juga menyiapkan konektivitas cadangan menuju pusat konektivitas nasional dan internasional agar pusat data tidak terisolasi ketika terjadi gangguan jaringan.
Sejumlah kawasan di luar Jawa, termasuk Sulawesi dan Kupang, dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan serta potensi pasarnya. Pemerataan investasi akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan perkembangan pasar dan kesiapan ekosistem tiap wilayah.
Pengembangan pusat data itu diarahkan untuk mendukung kebutuhan kecerdasan artifisial yang memerlukan listrik andal, kapasitas daya memadai, air, dan konektivitas berkapasitas tinggi. Pemerintah juga perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, PLN, operator jaringan, instansi pertanahan, industri, dan dunia pendidikan.
Kebutuhan energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan kebutuhan tambahan daya untuk mendukung pengembangan pusat data diperkirakan mencapai 20 gigawatt atau 20.000 megawatt. Informasi itu disampaikan dalam siaran pers Komdigi pada 20 Oktober 2026.
Perluasan pusat data ke luar Jawa dan Batam karena itu tidak hanya berkaitan dengan lokasi, tetapi juga kesiapan energi dan konektivitas. Pemerintah belum mengumumkan jadwal pembangunan atau lokasi proyek tertentu dalam keterangan yang dikutip dalam artikel ini.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Teknologi
Komdigi Kaji Label Wajib untuk Konten AI di Jakarta
Komdigi mengkaji aturan yang dapat mewajibkan pengembang AI memberi label autentisitas pada konten digital. Pemerintah juga menyiapkan peta jalan AI n…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





