PMI Manufaktur Indonesia Naik, Pemulihan Belum Merata
PMI manufaktur Indonesia mencapai 54,0 pada Oktober 2026, naik dari 52,4 pada September. Kenaikan menunjukkan ekspansi, tetapi pemulihan belum merata di seluruh subsektor.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — PMI Manufaktur Indonesia naik menjadi 54,0 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September 2026, berdasarkan laporan S&P Global.
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) tersebut menandakan aktivitas manufaktur tetap berada dalam fase ekspansi karena melampaui ambang 50 poin. Capaian Oktober menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024.
S&P Global mencatat kenaikan pesanan baru selama tiga bulan berturut-turut. Permintaan ekspor juga tumbuh paling cepat sejak pengumpulan data dimulai pada April 2011. Output meningkat untuk bulan kedua, sedangkan pembelian input oleh perusahaan mendorong akumulasi persediaan praproduksi.
Perbaikan itu belum sepenuhnya seragam. Pertumbuhan tenaga kerja masih marginal, sementara pekerjaan yang belum terselesaikan meningkat moderat. Waktu pengiriman membaik untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun, seiring kondisi transportasi dan pelayaran yang lebih baik.
Mengapa kenaikan PMI penting bagi pembaca
PMI memberi gambaran awal mengenai arah kegiatan industri nasional. Posisi 54,0 menunjukkan penguatan dibandingkan September, tetapi indikator tersebut belum otomatis berarti seluruh subsektor manufaktur telah pulih dengan kekuatan yang sama. Kinerja industri tetap dipengaruhi pesanan baru, permintaan ekspor, biaya bahan baku dan bahan bakar, nilai tukar, serta produktivitas.
Tekanan biaya input meningkat pada Oktober, dipengaruhi kenaikan harga bahan baku dan bahan bakar serta pergerakan nilai tukar yang kurang menguntungkan. Perusahaan juga menaikkan harga jual dengan laju yang lebih cepat. Di sisi lain, kepercayaan bisnis tetap positif dan relatif tidak berubah karena pelaku usaha mengharapkan permintaan berlanjut, ekspansi bisnis, serta kendala harga dan pasokan yang lebih ringan.
Data tersebut menunjukkan momentum manufaktur menguat, namun pembacaan pemulihan perlu mempertimbangkan perbedaan kinerja antarbidang industri. Sumber laporan tidak menyebutkan agenda tindak lanjut khusus setelah rilis PMI Oktober.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BMKG Prakirakan Hujan Lebat di 38 Daerah Indonesia
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga sangat lebat di 38 daerah Indonesia pada Kamis, 5 November 2026. Potensi hujan lebat tersebar di sejumlah wilay…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga



