Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

OJK Buka Akses Pasar UMKM di Festival Batik Banyuwangi

Kolaborasi OJK, Banyuwangi Batik Festival, dan Bulan Inklusi Keuangan memperluas akses layanan keuangan serta peluang pasar bagi perajin batik dan UMKM lokal.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan seorang perajin sedang menggambar motif tradisional pada selembar kain dengan alat canting lilin.
Ilustrasi: Tangan seorang perajin sedang menggambar motif tradisional pada selembar kain dengan alat canting lilin. · Foto: Duong Nguyen / Pexels

Banyuwangi — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkolaborasi dengan Banyuwangi Batik Festival (BBF) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) untuk memperluas akses layanan keuangan serta peluang pasar bagi perajin batik dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Blambangan, Banyuwangi, pada 6–8 November 2026.

Kepala OJK Jember Aris Budiman menyebut kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat ekosistem usaha batik sekaligus memperluas literasi dan inklusi keuangan. Upaya itu melibatkan OJK, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan, dan pemerintah daerah.

Festival juga menjadi ruang bagi perajin, pedagang batik, desainer fesyen lokal, dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan wisatawan. Penyelenggara mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital untuk memperluas jangkauan pasar batik Banyuwangi.

Akses keuangan memperkuat usaha batik Banyuwangi

Kolaborasi BBF dan BIK memberi konteks ekonomi pada festival budaya. Perajin dan pelaku usaha tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga kesempatan mengenal layanan keuangan yang dapat mendukung kegiatan produksi dan pemasaran.

Rangkaian acara mencakup peragaan busana batik, Financial Expo, Bazar UMKM, pemilihan Duta Lembaga Jasa Keuangan (LJK), gelar wicara literasi keuangan, kompetisi kreasi budaya dan desain batik, kompetisi tandan Cavendish berkualitas, serta BIK Run.

BBF tahun ini merupakan penyelenggaraan ke-14 sejak pertama kali digelar pada 2013. Festival mengangkat motif Sabuk Mangir Latar Ukel dan berlangsung di Gesibu Blambangan. Aris Budiman berharap kolaborasi BIK dan BBF dapat berlanjut serta memberi dampak bagi masyarakat Banyuwangi, terutama perajin batik.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.