Kabar18.com

Sabtu, 31 Oktober 2026

Padang Panjang Buka Festival Literasi IV dan Luncurkan Dua Gerakan

Festival Literasi IV Padang Panjang dibuka pada 29 Oktober 2026. Dua inovasi yang diluncurkan ialah gerakan membaca dengan konsep satu pelajar, satu buku, satu bulan dan Pamenan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan buku bacaan tertata rapi di dalam koper terbuka dekat tanaman hias.
Ilustrasi: Deretan buku bacaan tertata rapi di dalam koper terbuka dekat tanaman hias. · Foto: Yusuf Çelik / Pexels

Padang Panjang — Festival Literasi IV Kota Padang Panjang resmi dibuka di Lapangan Bancalaweh pada Kamis, 29 Oktober 2026, bersamaan dengan peluncuran Gerakan Padang Panjang Membaca 1-1-1 dan Pamenan.

Pembukaan festival tersebut mendorong penguatan budaya membaca serta pelestarian budaya lokal. Gerakan Padang Panjang Membaca 1-1-1 membawa konsep satu pelajar, satu buku, satu bulan untuk membangun kebiasaan membaca secara konsisten di kalangan pelajar.

Pamenan diarahkan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah. Inovasi itu juga diharapkan menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif bagi generasi muda.

Dua gerakan memperluas budaya literasi dan pelestarian tradisi

Peluncuran dua inovasi tersebut penting bagi pembaca di daerah karena menghubungkan kegiatan membaca dengan pengenalan warisan budaya. Program membaca menempatkan buku sebagai bagian dari aktivitas belajar sehari-hari, sedangkan Pamenan membawa permainan tradisional ke ruang pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Festival Literasi IV mengusung tema “Ruang Bertemu Ide, Buku, Manusia dan Masa Depan” serta tagline “Kota Literasi, Kota yang Menginspirasi”. Kegiatan dibuka Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Adin Bondar, yang mewakili Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Festival tersebut berlangsung hingga 31 Oktober 2026. Kegiatannya diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelajar, pendidik, komunitas, penulis, seniman, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta sektor ekonomi kreatif.

Penerapan kedua inovasi di lingkungan sekolah diharapkan berlanjut setelah festival selesai, sehingga budaya membaca dan kecintaan terhadap tradisi lokal dapat tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Pariwisata

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.