Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Papua Selatan Catat 396 Hotspot di Tengah 1.430 Hektare Karhutla

BNPB mencatat 1.430 hektare lahan masih terbakar hingga 7 November 2026. Papua Selatan memiliki 396 hotspot, sementara pemerintah menyiapkan mitigasi banjir dan longsor.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Hamparan rumput kering berwarna kuning kecokelatan yang rapat di bawah sinar matahari.
Ilustrasi: Hamparan rumput kering berwarna kuning kecokelatan yang rapat di bawah sinar matahari. · Foto: Anna Romanova / Pexels

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 1.430 hektare lahan masih terbakar di Indonesia berdasarkan pemantauan hingga 7 November 2026 pukul 17.00 WIB, dengan Papua Selatan menjadi wilayah yang mencatat hotspot terbanyak.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut pemantauan nasional juga mendeteksi 2.733 titik hotspot dan 928 titik firespot yang teridentifikasi sebagai indikasi kebakaran. Lahan yang belum padam masih memerlukan penanganan.

Di Papua Selatan, BNPB mencatat 396 titik hotspot dan estimasi 362 hektare lahan masih belum padam. Data tersebut menempatkan provinsi itu sebagai wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi dalam pemantauan yang disampaikan BNPB.

Risiko bencana bergeser saat hujan meningkat

BNPB mengingatkan penanganan karhutla perlu berjalan bersamaan dengan kesiapsiagaan menghadapi banjir dan tanah longsor. Lahan yang baru terbakar kehilangan tutupan vegetasi sehingga lebih rentan terhadap limpasan air ketika hujan turun. Sumber daya penanganan bencana juga perlu disiapkan agar dapat dialihkan apabila risiko hidrometeorologi basah meningkat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut peluang hujan di Merauke dan sekitarnya diperkirakan meningkat bertahap pada pertengahan November dan semakin merata menjelang akhir November. Potensi karhutla di Papua Selatan diprakirakan mulai berkurang pada awal Desember seiring meningkatnya peluang hujan.

BMKG juga mencatat 46 dari 80 kecamatan di Papua Selatan berada dalam kondisi waspada terhadap potensi banjir dan tanah longsor pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026. Pemerintah daerah diminta menyiapkan personel dan peralatan untuk menghadapi perubahan risiko tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.