Pemerintah Pantau Dampak Pemilu Sela AS dari Jakarta
Pemerintah Indonesia mencermati dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat terhadap ekonomi global. Indikator yang dipantau mencakup suku bunga, inflasi, pertumbuhan, dan minyak.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah Indonesia memantau dampak kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela Amerika Serikat terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik global pada 5 November 2026.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Partai Demokrat menguasai Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat Amerika Serikat setelah pemilu sela pada 3 November 2026. Perubahan kendali di Kongres Amerika Serikat dinilai dapat memengaruhi kebijakan ekonomi dan geopolitik global.
Indonesia mencermati sejumlah indikator ekonomi makro, termasuk tekanan terhadap suku bunga Federal Reserve yang berada dalam kisaran 3,75-4 persen, imbal hasil surat utang pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun sebesar 4,86 persen, serta inflasi global tahun ini sebesar 4,7 persen yang diperkirakan turun menjadi 4,1 persen tahun depan.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global saat ini berada di level 3,1 persen dan diperkirakan meningkat menjadi 3,4 persen tahun depan. Pemerintah juga mengikuti perkembangan harga minyak mentah global yang mencapai US$117 per barel pada akhir Oktober.
Perubahan di Kongres AS memengaruhi indikator ekonomi Indonesia
Dampak perubahan politik Amerika Serikat dapat tercermin melalui pergerakan suku bunga, imbal hasil obligasi, inflasi, pertumbuhan global, dan harga energi. Indikator tersebut berkaitan dengan kondisi pasar serta ruang kebijakan ekonomi Indonesia.
Airlangga menyatakan harga pembelian energi relatif Indonesia masih berada di bawah US$100, yakni sekitar US$93. Fluktuasi harga energi hingga akhir tahun, menurut dia, masih akan diserap oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Hasil tersebut membuat Partai Demokrat menguasai kedua kamar Kongres Amerika Serikat yang sebelumnya berada di bawah kendali Partai Republik, partai yang menaungi Presiden Donald Trump.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Mengapa Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,47 Persen pada Triwulan III 2026?
BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III 2026. Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar, sementara konsums…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga



