Pemerintah Perkuat Daya Saing Pariwisata Indonesia
Pemerintah memperkuat konektivitas, aksesibilitas, dan kualitas layanan pariwisata Indonesia. BPS mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari-Agustus 2026, naik 5,38 persen.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Pemerintah mendorong penguatan konektivitas, aksesibilitas, dan kualitas layanan pariwisata Indonesia pada 17 Oktober 2026 untuk menjaga daya saing sektor tersebut di tengah tekanan global.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 10,58 juta sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah itu meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16 juta hingga 17,6 juta sepanjang 2026.
Penguatan layanan menopang daya saing pariwisata
Pemerintah menilai pertumbuhan kunjungan perlu diikuti penguatan konektivitas dan aksesibilitas. Langkah yang disiapkan mencakup stimulus perjalanan, perluasan akses visa, peningkatan konektivitas udara, serta pengembangan produk wisata kreatif dan kompetitif.
Kementerian Pariwisata menyebut strategi diversifikasi pasar turut mendukung pertumbuhan kunjungan.
Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas layanan dan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan serta inklusif. Pengembangan daya tarik wisata diarahkan antara lain pada wisata marina dan gastronomi.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya saing pariwisata Indonesia. Konektivitas dan aksesibilitas dipandang perlu berjalan bersama dengan peningkatan kualitas layanan agar pertumbuhan kunjungan dapat dipertahankan. Pemerintah menyiapkan stimulus perjalanan dan memperluas akses visa sebagai bagian dari langkah tersebut.
Peningkatan konektivitas udara juga disiapkan untuk mendukung pergerakan wisatawan. Pada saat yang sama, pengembangan produk wisata kreatif dan kompetitif diarahkan untuk memperkuat daya tarik Indonesia. Strategi diversifikasi pasar yang disebut Kementerian Pariwisata turut menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan kunjungan.
Selain mengejar pertumbuhan, pemerintah mendorong pembangunan pariwisata yang berkelanjutan serta inklusif. Peningkatan kualitas layanan menjadi salah satu perhatian dalam menjaga daya saing sektor tersebut. Pengembangan daya tarik wisata diarahkan antara lain pada wisata marina dan gastronomi.
Dengan langkah itu, pemerintah memperkuat konektivitas, aksesibilitas, dan layanan pariwisata Indonesia. Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya saing sektor pariwisata di tengah tekanan global sepanjang 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
BPK Temukan Dua Pelaku Usaha Terima Tax Holiday di Jakarta
BPK menemukan dua pelaku usaha menerima tax holiday dan tax allowance meski telah berproduksi komersial sebelum mengajukan permohonan. Verifikasi BKPM…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga




