Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Perhumas Soroti Ancaman Deepfake dalam Konvensi Humas di Solo

Perhumas menyoroti risiko disinformasi, deepfake, dan manipulasi persepsi dalam Konvensi Humas Indonesia di Solo. Organisasi itu mendorong verifikasi, empati, akurasi, dan etika saat memakai AI.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Topeng misterius tersinari cahaya lampu melingkar di ruang gelap.
Ilustrasi: Topeng misterius tersinari cahaya lampu melingkar di ruang gelap. · Foto: Paras Katwal / Pexels

Solo — Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menyoroti ancaman disinformasi, deepfake, manipulasi persepsi, dan berita palsu berbasis kecerdasan buatan dalam Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Ketua Umum Perhumas Boy Kelana Soebroto mengatakan perkembangan artificial intelligence (AI) membuka peluang besar bagi peradaban, tetapi juga meningkatkan kemampuan membuat informasi menyesatkan dalam skala dan kecepatan yang sulit dibayangkan. Ia menyampaikan hal itu saat membuka konvensi yang berlangsung di Solo.

Perhumas menilai penggunaan teknologi perlu berjalan bersama kemampuan berpikir kritis, kecerdasan emosional, empati, kebijaksanaan, akurasi, dan etika komunikasi. Praktisi humas juga dituntut membedakan fakta, opini, manipulasi, serta kebohongan sebelum menyebarkan informasi.

Kepercayaan publik bergantung pada verifikasi informasi

Risiko tersebut relevan bagi pembaca karena konten berbasis AI dapat memengaruhi cara masyarakat memahami isu publik dan menilai reputasi lembaga. Boy menyebut algoritma digital memungkinkan sebuah narasi menjangkau jutaan orang dalam hitungan detik, sementara algoritma tidak selalu dapat membedakan informasi yang benar, adil, dan bertanggung jawab.

Dalam forum itu, Perhumas menekankan pentingnya verifikasi informasi, pengelolaan data, perlindungan kerahasiaan, serta pemahaman konteks dan dinamika publik. Praktisi humas tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga perlu mengidentifikasi risiko komunikasi dan memberi kejelasan ketika publik menghadapi ketidakpastian.

Konvensi Humas Indonesia 2026 diselenggarakan Perhumas pada 17–18 Oktober 2026 di Solo, Jawa Tengah. Forum tersebut membahas tantangan komunikasi publik, pemanfaatan AI, disinformasi, dan upaya menjaga kepercayaan publik melalui kejujuran, transparansi, integritas, serta standar etika.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.