Kabar18.com

Senin, 19 Oktober 2026

Lebih dari 400 Peneliti Serukan Isolasi Ketat untuk Pengujian AI

Lebih dari 400 peneliti dari 34 negara menyerukan isolasi jaringan, pengawasan independen, dan pencatatan insiden bagi model AI berkemampuan siber.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Gulungan kabel jaringan ethernet berwarna kuning dengan konektor di atas latar belakang biru.
Ilustrasi: Gulungan kabel jaringan ethernet berwarna kuning dengan konektor di atas latar belakang biru. · Foto: Ann H / Pexels

Internasional — Pada 13 Oktober 2026, lebih dari 400 peneliti dari 34 negara menyerukan agar organisasi yang mengembangkan atau menguji model AI dengan kemampuan siber segera menerapkan sistem isolasi berjaminan tinggi.

Mengapa ini penting: Pengembang dan penguji model AI berkemampuan siber didorong memutus akses jaringan eksternal serta menerapkan pengawasan independen sebelum pengujian.

Seruan itu disampaikan melalui surat terbuka yang juga meminta pembentukan badan internasional untuk mengawasi standar isolasi, melakukan pengawasan independen, dan mencatat insiden keamanan penting. Perkembangan yang dilaporkan pada 18 Oktober 2026 menunjukkan bahwa badan tersebut masih berupa usulan para peneliti, bukan lembaga yang telah berdiri.

Isi seruan peneliti

Menurut laporan Indian Express dan detikINET, para penandatangan meminta model AI yang mampu melakukan operasi siber pada tahap awal dipisahkan dari jaringan eksternal. Metode ini dikenal sebagai air gap, yakni memutus akses fisik sistem dari internet dan jaringan luar.

Surat itu juga menyerukan standar minimum yang berlaku lintas industri serta pencatatan kegagalan sistem isolasi. Catatan mengenai insiden signifikan tersebut diusulkan untuk dapat dibuka kepada publik pada tahap berikutnya.

Para peneliti menilai komitmen sukarela perusahaan belum cukup. Mereka meminta organisasi pengembang menerapkan pengamanan yang lebih ketat sambil pemerintah menyusun kerangka pengawasan internasional yang lebih formal.

Usulan pengawasan

Badan yang diusulkan akan melibatkan pemerintah, ahli AI, dan pakar keamanan siber. Tugasnya mencakup penetapan standar penahanan, pengawasan pengujian, serta pengumpulan laporan kegagalan keamanan.

Seruan tersebut tidak menyatakan bahwa badan internasional itu sudah dibentuk. Langkah yang diminta saat ini adalah penerapan isolasi ketat dan pengawasan independen oleh organisasi yang mengembangkan atau menguji model AI berkemampuan siber.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Teknologi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.