Pesparani Pontianak Ditutup dengan Ajakan Merawat Persaudaraan
Pada penutupan Pesparani Katolik III, Wali Kota Pontianak mengajak peserta membawa semangat persaudaraan ke kehidupan sehari-hari dan ruang digital.
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
PONTIANAK — Penutupan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik atau Pesparani Katolik III Kota Pontianak diwarnai ajakan menjaga persaudaraan dan saling menghormati. Wali Kota Edi Rusdi Kamtono menyampaikan pesan tersebut di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan itu dirangkaikan dengan peringatan tujuh tahun Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik atau LP3K Kota Pontianak. Dalam keterangan Pemerintah Kota Pontianak, Edi menilai ruang berkesenian dan kegiatan keagamaan dapat mempererat perjumpaan warga sekaligus memperkuat keimanan.
Ia mengingatkan bahwa Pontianak menjadi tempat bertemunya beragam suku, agama, budaya, dan kegiatan masyarakat. Karena itu, penghormatan terhadap perbedaan perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah menyatakan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, sosial, olahraga, dan kebudayaan yang memperkuat kebersamaan.
ANTARA melaporkan pesan serupa dari acara penutupan tersebut. Edi juga menyoroti perilaku di media sosial: ruang digital bisa dipakai untuk hal bermanfaat, tetapi informasi yang memecah belah perlu diwaspadai. Ia mengajak warga bersikap dewasa menghadapi perbedaan pandangan.
Kepada peserta yang memperoleh nilai terbaik, Edi menyampaikan apresiasi. Peserta lain didorong tetap berlatih dan memanfaatkan kesempatan berikutnya untuk mengembangkan kemampuan. Pesan itu menempatkan proses belajar dan kebersamaan sebagai bagian dari kegiatan, selain capaian perlombaan.
Edi berharap LP3K terus menyelenggarakan kegiatan yang mempertemukan seni, nilai keagamaan, dan persaudaraan. Harapan tersebut merupakan ajakan pemerintah; laporan yang dipublikasikan tidak memuat pengukuran dampak sosial Pesparani terhadap kerukunan warga.
Sumber: Pemerintah Kota Pontianak dan ANTARA Kalbar, 19 September 2026.
Foto: baka_neko_baka, CC BY 2.0.
Berita berikutnya

Dewa Ayu dan Daniel Hutapea Bawa Merah Putih, Busana Bali-Batak Tampil di Pembukaan Asian Games
Pebasket kelahiran Bali Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan karateka debutan Daniel Hutapea ditunjuk memimpin defile Indonesia di Nagoya, Sabtu, 19…
Baca juga


