Kabar18.com

Rabu, 4 November 2026

Pj Bupati Muaro Jambi Terima Sertifikat Bebas Frambusia Dari Menteri Kesehatan RI

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Penjabat Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah, SH,MH foto bersama usai terima sertifikat. (Foto: MJ)
Penjabat Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah, SH,MH foto bersama usai terima sertifikat. (Foto: MJ)

KABAR18.COM-Penjabat Bupati Muaro Jambi, Bachyuni Deliansyah,SH,MH menerima Sertifikat Bebas Frambusia dari Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.  Sertifikat  diserahkan  pada  acara puncak peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) se-Dunia 2024, yang digelar di Puri Agung Convention Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Kabupaten Muaro Jambi salah satu dari 99 kabupaten/kota di Indonesia yang dinyatakan bebas Frambusia.  Frambusia adalah suatu infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi.
Penyerahan sertifikat ini, diberikan karena Kabupaten Muaro Jambi dinilai sebagai salah satu Kabupaten yang berhasil menekan jumlah penyakit Frambusia secara permanen sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat.


Bachyuni Deliansyah mengatakan sertifikat tersebut menjadi bukti Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi berkomitmen dan serius memerangi frambusia. Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue. Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.


“Di  Bumi Sailun  Salimbai ini Alhamdullah aman (frambusia). Di Puskesmas maupun di Rumah Sakit hampir tidak kita temui penyakit korengan bahkan gatal ini. Jadi ini sesuatu yang luar biasa. Saya apresiasi Dinkes Muaro Jambi yang membuat Muaro Jambi Zero Frambusia," ucapnya.


Bachyuni  mengucapkan terima kasih atas kinerja Dinkes Muaro Jambi melalui program- programnya mengeliminasi frambusia. Berikutnya juga masyarakat Muaro Jambi yang kini semakin sadar dengan pentingnya menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sehingga terhindar dari penyakit, seperti frambusia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan saat ini pada sejumlah daerah di Tanah Air masih terdapat beberapa penyakit Frambusia yang menjamur di beberapa daerah. Ketika masih muncul penyakit ini, maka negara kita tandanya masih lemah dalam persoalan penyakit menular dari negara terbelakang ini.

"Maka dari itu, kami menargetkan pada tahun 2027, negara Indonesia harus menjadi negara di regional Asia Tenggara yang bebas penyakit frambusia,” ujar Budi.
Dalam mencapai target tersebut sambungnya, tentunya harus ada kolaborasi dan sinergitas dari seluruh pihak baik dari Pemerintah Daerah, TNi/Polri, serta masyarakat yang harus berperan aktif dalam mensosialisasikan dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit ini.


“Kami memberikan sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada daerah-daerah yang telah Bebas Frambusia agar Kabupaten/Kota lain tentunya bisa termotivasi dalam upaya pencegahan Penyakit Frambusia ini,” ucapnya (***)

 

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Arsip Daerah: Muaro Jambi

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.