Kabar18.com

Jumat, 23 Oktober 2026

Kemenkes Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Indonesia

Kementerian Kesehatan mempercepat pemerataan dokter spesialis lewat pendidikan berbasis rumah sakit, penugasan tenaga medis, beasiswa, dan pelatihan lanjutan.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Stetoskop hitam, model tulang kecil, dan bagian keyboard di atas permukaan meja hijau.
Ilustrasi: Stetoskop hitam, model tulang kecil, dan bagian keyboard di atas permukaan meja hijau. · Foto: Tara Winstead / Pexels

Jakarta — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pemerataan dokter spesialis di Indonesia melalui pendidikan berbasis rumah sakit, penugasan tenaga medis, beasiswa, dan pelatihan lanjutan pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut pemenuhan sumber daya manusia kesehatan masih menjadi tantangan dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

Kemenkes mengembangkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan sekaligus mendekatkan pendidikan dengan kebutuhan pelayanan di daerah. Kementerian juga menugaskan dokter spesialis ke rumah sakit prioritas, termasuk fasilitas dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), layanan Kesehatan Jantung, Stroke, Uro-Nefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA), serta wilayah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Pemerataan dokter spesialis menentukan akses layanan daerah

Kekurangan dan distribusi dokter spesialis berdampak langsung pada kemampuan fasilitas kesehatan di berbagai wilayah untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan masyarakat. Pendidikan berbasis rumah sakit dirancang agar jumlah dokter bertambah dan penempatannya lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.

Selain jalur pendidikan, Kemenkes menggunakan penugasan tenaga medis untuk mengisi kekosongan layanan pada rumah sakit prioritas. Beasiswa dan pelatihan lanjutan di dalam serta luar negeri juga menjadi bagian dari langkah pemenuhan sumber daya manusia kesehatan.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pelayanan di fasilitas kesehatan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas, terutama di daerah yang masih kekurangan dokter spesialis.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pemerintahan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.