Kabar18.com

Rabu, 23 September 2026

Rapor Pendidikan 2025 Soroti Kesenjangan Akses dan Literasi di Indonesia

Rapor Pendidikan 2025 mencatat akses pendidikan dasar dan menengah membaik, tetapi kesenjangan akses, anak tidak sekolah, literasi, dan numerasi masih menjadi tantangan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Ruang kelas kosong dengan deretan meja kayu dan rak dinding penuh buku.
Ilustrasi: Ruang kelas kosong dengan deretan meja kayu dan rak dinding penuh buku. · Foto: Sami TÜRK / Pexels

JakartaRapor Pendidikan 2025 mencatat kemajuan perluasan akses pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, tetapi kesenjangan akses, anak tidak sekolah, serta capaian literasi dan numerasi antardaerah dan kelompok sosial-ekonomi masih menjadi tantangan pada 21 September 2026.

Pembaruan laporan pada 22 September 2026 menegaskan empat prioritas tindak lanjut. Prioritas itu mencakup pemerataan akses dan partisipasi pendidikan, peningkatan mutu belajar secara merata dan berkelanjutan, penguatan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif, serta peningkatan kualitas dan pemerataan pendidik serta tenaga kependidikan.

Rapor Pendidikan menggunakan sejumlah indikator untuk menggambarkan layanan pendidikan. Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyebut indikator prioritas antara lain Angka Partisipasi Sekolah, kemampuan literasi dan numerasi, karakter, iklim kebinekaan, iklim keamanan, inklusivitas, dan kualitas pembelajaran.

Ketimpangan pendidikan menentukan mutu layanan daerah

Temuan tersebut penting bagi pembaca karena perluasan akses belum otomatis menghapus perbedaan hasil belajar. Tantangan pendidikan masih berkaitan dengan kemampuan membaca, numerasi, kualitas pembelajaran, partisipasi sekolah, serta kondisi sosial-ekonomi peserta didik.

Laporan mengenai Sulawesi Barat menunjukkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik jenjang SMA dan SMK pada periode 2023–2025 masih berada dalam kategori sedang. Kualitas pembelajaran juga berada pada kategori sedang, sedangkan Angka Partisipasi Sekolah penduduk usia 16–18 tahun berada pada kategori rendah.

Di sisi lain, iklim keamanan dan iklim kebinekaan sekolah di wilayah tersebut tercatat dalam kategori baik. Data itu menunjukkan bahwa capaian lingkungan sekolah yang positif belum sepenuhnya berjalan beriringan dengan peningkatan capaian akademik.

Rapor Pendidikan 2025 juga menjadi rujukan pembenahan layanan pendidikan bagi pemerintah dan satuan pendidikan. Indikatornya mencakup pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan khusus, serta pendidikan vokasi. Pemerataan layanan, kualitas hasil belajar, lingkungan pendidikan, dan kualitas pendidik menjadi bagian dari evaluasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.