Kabar18.com

Minggu, 8 November 2026

Indonesia Paparkan Lima Kebijakan Ekonomi Biru di Sanya

Indonesia memaparkan lima kebijakan ekonomi biru dalam forum maritim di Sanya, Tiongkok. Agendanya mencakup target konservasi laut 30 persen pada 2045 dan penangkapan ikan berbasis kuota.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seekor ikan leter enam berenang di dekat terumbu karang di bawah air.
Ilustrasi: Seekor ikan leter enam berenang di dekat terumbu karang di bawah air. · Foto: Siarhei Nester / Pexels

Sanya — Indonesia memaparkan lima kebijakan ekonomi biru dalam The 7th Symposium on Global Maritime Cooperation and Ocean Governance di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok, 7 November 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan agenda tersebut dalam forum yang berlangsung pada 6–8 November 2026. Kebijakan yang dipaparkan mencakup perluasan kawasan konservasi laut hingga 30 persen pada 2045, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budi daya berkelanjutan, penguatan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pelibatan masyarakat dalam pengurangan sampah plastik di laut.

Forum itu membahas tata kelola laut global, penerapan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, ekonomi biru, dan pelaksanaan Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ). Trenggono menyampaikan pidato kunci di hadapan hampir 400 perwakilan dari lebih dari 30 negara dan wilayah.

Agenda ekonomi biru memperkuat tata kelola laut Indonesia

Indonesia mendorong kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan kelautan global. Pemerintah juga menegaskan UNCLOS 1982 sebagai landasan utama tata kelola laut internasional.

Bagi pembaca di Indonesia, agenda tersebut berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya perikanan, perlindungan ekosistem laut, pengelolaan pesisir, dan pengurangan sampah plastik. Penangkapan ikan terukur berbasis kuota ditujukan untuk mendukung keberlanjutan dan mendorong pengelolaan sumber daya laut yang lebih teratur.

Dalam forum yang sama, Indonesia mendorong penguatan kerja sama regional dan global untuk memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur, memperkuat konservasi laut, mengembangkan penelitian kelautan, serta membangun ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Forum berlangsung di Sanya pada 6–8 November 2026. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan khusus setelah forum tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.