Indonesia Paparkan Lima Kebijakan Ekonomi Biru di Sanya
Indonesia memaparkan lima kebijakan ekonomi biru dalam forum maritim di Sanya, Tiongkok. Agendanya mencakup target konservasi laut 30 persen pada 2045 dan penangkapan ikan berbasis kuota.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Sanya — Indonesia memaparkan lima kebijakan ekonomi biru dalam The 7th Symposium on Global Maritime Cooperation and Ocean Governance di Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok, 7 November 2026.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan agenda tersebut dalam forum yang berlangsung pada 6–8 November 2026. Kebijakan yang dipaparkan mencakup perluasan kawasan konservasi laut hingga 30 persen pada 2045, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budi daya berkelanjutan, penguatan pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta pelibatan masyarakat dalam pengurangan sampah plastik di laut.
Forum itu membahas tata kelola laut global, penerapan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982, ekonomi biru, dan pelaksanaan Biodiversity Beyond National Jurisdiction (BBNJ). Trenggono menyampaikan pidato kunci di hadapan hampir 400 perwakilan dari lebih dari 30 negara dan wilayah.
Agenda ekonomi biru memperkuat tata kelola laut Indonesia
Indonesia mendorong kerja sama internasional sebagai bagian dari upaya menjawab tantangan kelautan global. Pemerintah juga menegaskan UNCLOS 1982 sebagai landasan utama tata kelola laut internasional.
Bagi pembaca di Indonesia, agenda tersebut berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya perikanan, perlindungan ekosistem laut, pengelolaan pesisir, dan pengurangan sampah plastik. Penangkapan ikan terukur berbasis kuota ditujukan untuk mendukung keberlanjutan dan mendorong pengelolaan sumber daya laut yang lebih teratur.
Dalam forum yang sama, Indonesia mendorong penguatan kerja sama regional dan global untuk memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur, memperkuat konservasi laut, mengembangkan penelitian kelautan, serta membangun ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.
Forum berlangsung di Sanya pada 6–8 November 2026. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan langkah lanjutan khusus setelah forum tersebut.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Indonesia Dorong Kerja Sama Global untuk Tata Kelola Laut dan Ekonomi Biru
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan lima kebijakan ekonomi biru Indonesia dalam forum tata kelola laut di Sanya, China,…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




