Relawan Sisir Sampah di Sudirman, World Cleanup Day Juga Soroti Sisa Makanan
Aksi di Jakarta berangkat dari Dukuh Atas dan berakhir di Atma Jaya. Pada peringatan global 2026, PBB memberi perhatian pada pencegahan makanan terbuang dan pengelolaan sampah kota.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Relawan World Cleanup Day memungut sampah di sepanjang Jalan Sudirman saat hari bebas kendaraan bermotor, Minggu, 20 September 2026. Kegiatan itu mempertemukan aksi membersihkan ruang publik dengan kampanye mengurangi sampah dari sumbernya.
Laporan lapangan detikEdu menyebut peserta berkumpul di Stasiun MRT Dukuh Atas pada pukul 07.00 WIB. Mereka membawa karung dan sarung tangan untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di jalan, termasuk kemasan makanan, botol plastik, dan puntung rokok.
Sampah kemudian dibawa ke posko akhir di kampus Universitas Atma Jaya untuk penanganan lanjutan. Laporan tersebut memperkirakan sekitar 2.000 orang hadir, mencakup warga, unsur pemerintah, dan komunitas. Di lokasi akhir juga diperlihatkan produk hasil pengolahan sampah.
Ketua World Cleanup Day Indonesia Andy Bahari menjelaskan kepada detikEdu bahwa gerakan tahun ini berlangsung sejak 17 Agustus hingga 28 Oktober. Rentang itu menghubungkan peringatan kemerdekaan, World Cleanup Day, dan Sumpah Pemuda. Menurut Andy, kegiatan memungut sampah merupakan langkah awal untuk mendorong kebiasaan memilah serta mengolahnya.
Peringatan global tahun ini memberi perhatian khusus pada sampah makanan. Melalui tema “From Clean Plates to Clean Cities”, Perserikatan Bangsa-Bangsa menghubungkan pengurangan makanan terbuang dengan pengelolaan sumber daya dan sampah perkotaan. Agenda globalnya berlangsung pada 20 September di Shaoxing, Provinsi Zhejiang, China.
Laman PBB mengutip Food Waste Index Report 2024 dari Program Lingkungan PBB: sekitar 1,05 miliar ton makanan terbuang di rumah tangga, layanan makanan, dan perdagangan eceran pada 2022. Jumlah itu setara sekitar 19 persen makanan yang tersedia bagi konsumen. Angka ini menggambarkan keadaan global pada 2022, bukan hasil aksi Jakarta hari ini.
Untuk aksi di Sudirman, laporan yang diperiksa redaksi belum merinci berat sampah terkumpul maupun hasil pemilahan akhirnya. Data itu diperlukan untuk membedakan jumlah peserta yang hadir dari banyaknya material yang benar-benar ditangani.
Foto arsip: BLM California / mypubliclands; CC BY 2.0. Tanpa modifikasi.
Sumber
Berita berikutnya

Pemkot dan TNI Tanam Pohon di Pontianak, Perawatan Jadi Pesan Utama
Penanaman di Jalan Purnama Dalam menjadi bagian peringatan HUT TNI. Pemerintah dan Kodim mengajak masyarakat merawat pohon agar manfaatnya berlanjut.
Baca juga





