Kekeringan Jateng Berdampak pada 33.240 KK, BMKG: Sebagian Besar Jawa 60 Hari Lebih Tanpa Hujan
Kekeringan sejak awal Juli berdampak pada delapan kabupaten di Jawa Tengah, terberat di Pemalang. BMKG memprakirakan curah hujan tetap rendah hingga menengah sampai dasarian kedua Oktober, antara lain karena El Nino kategori sangat kuat.
Oleh Pandi Muktar
Penanggung Jawab Redaksi: Mursyid Sonsang
· 4 menit baca
Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, Sabtu (19/9/2026), kekeringan sejak awal Juli berdampak pada 33.240 kepala keluarga di delapan kabupaten Jawa Tengah. BMKG mencatat, di tengah El Nino sangat kuat dan kemarau, sebagian besar wilayah selatan Indonesia sudah lebih dari 60 hari tanpa hujan.
Angka BNPB itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Berton SP Panjaitan lewat keterangan tertulis. Pemalang menanggung beban terbesar, 10.764 kepala keluarga (KK) di tujuh kecamatan. Di bawahnya ada Cilacap 5.639 KK, Klaten 5.440 KK, Pekalongan 3.587 KK, Purbalingga 3.287 KK, Grobogan 2.313 KK, Kabupaten Semarang 1.269 KK, dan Temanggung 941 KK.
Pada Jumat (18/9), BPBD Pemalang mengirim 109.000 liter air dengan mobil tangki berkapasitas 5.000 dan 4.000 liter. Sebanyak 89.000 liter berasal dari BPBD, sisanya dari Yon TP, dan seluruhnya diantar langsung ke warga. Penyaluran di lapangan menemui hambatan. "Kendala di lapangan adalah kurangnya tempat penampungan air," ujar Berton.
Pemerintah daerah memakai hitungan lain. Kepala BPBD Pemalang Agus Ikmaludin, dalam wawancara dengan Joglo Jateng pada Rabu (16/9), menyebut sekitar 93.000 jiwa terdampak di tujuh kecamatan dan 30 desa, dengan Belik dan Pulosari sebagai wilayah terparah. BNPB menghitung kepala keluarga, sedangkan BPBD menghitung jiwa, dan keduanya disampaikan pada hari berbeda. Pemalang berstatus darurat kekeringan sejak 1 Juli; hingga 13 September, BPBD bersama PMI, PDAM, Baznas, dan relawan sudah menyalurkan 8,7 juta liter air.
Gambaran cuacanya tertuang dalam prakiraan sepekan BMKG periode 18–24 September, yang dimutakhirkan pada 17 September pukul 19.00 WIB. Menurut BMKG, El Nino yang berbarengan dengan kemarau mengurangi suplai kelembapan ke Indonesia, menipiskan tutupan awan, dan menaikkan suhu permukaan. Hari Tanpa Hujan kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut, tercatat di Bali, Nusa Tenggara, Maluku, sebagian besar Jawa, bagian selatan Sumatra dan Kalimantan, utara dan selatan Sulawesi, serta Papua Selatan. Tidak semua daerah di Jawa masuk kategori itu. Agus, yang merujuk prakiraan BMKG per 10 September, menyebut curah hujan Pemalang berkategori rendah, sedangkan hari tanpa hujannya tergolong menengah, bukan ekstrem.
Mengapa ini penting
Air bersih adalah kebutuhan harian, dan prakiraan BMKG belum menunjukkan kelegaan dalam waktu dekat. Dari dasarian (periode sepuluh hari) ketiga September sampai dasarian kedua Oktober, curah hujan di sebagian besar Indonesia diprakirakan rendah hingga menengah, 0–150 milimeter per dasarian. Peringatan dini hujan lebat berstatus Siaga hanya berlaku untuk Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 18–20 September, lalu Papua Tengah pada 21–24 September. Jawa Tengah masuk daftar provinsi yang berpeluang mendapat hujan berintensitas sedang pada 18–20 September.
Besarnya kebutuhan tampak dari bantuan pemerintah pusat. Kementerian Pekerjaan Umum, menurut keterangan tertulis yang dikutip RRI, telah menyalurkan sekitar 23,2 juta liter air bersih di Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga 17 September; Menteri Dody Hanggodo menyebut pemenuhan kebutuhan air menjadi perhatian kementeriannya selama kemarau. Dari jumlah itu, 22,77 juta liter dikirim ke 12 lokasi di Jawa Tengah dan melayani sekitar 314.000 jiwa.
Angka kunci
- 33.240 KK terdampak kekeringan di delapan kabupaten Jawa Tengah sejak awal Juli 2026 (BNPB, 19 September).
- 10.764 KK di Pemalang menurut BNPB; BPBD Pemalang mencatat sekitar 93.000 jiwa di 30 desa.
- Lebih dari 60 hari berturut-turut tanpa hujan: ambang kategori ekstrem Hari Tanpa Hujan yang dipakai BMKG.
- 0–150 milimeter per dasarian: prakiraan curah hujan sebagian besar Indonesia sampai dasarian kedua Oktober (BMKG).
- 23,2 juta liter air bersih disalurkan Kementerian PU di Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga 17 September (RRI).
Apa selanjutnya
Status darurat kekeringan Pemalang berlaku sampai 30 September. BPBD setempat memperkirakan kekeringan bertahan hingga pertengahan Oktober, dengan dasarian kedua Oktober sebagai awal kenaikan curah hujan di wilayahnya. Kementerian PU menyatakan terus memetakan kebutuhan tiap daerah bersama pemerintah daerah serta memantau sumber air sebagai dasar bantuan berikutnya.
BNPB meminta warga mengisi cadangan air selagi pasokan ada, memperbaiki keran atau pipa bocor, dan memakai ulang air bekas yang masih layak. BNPB dan BMKG sama-sama mengingatkan agar warga tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan api.
Sumber
- BMKG — Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan 18–24 September 2026
- Metro TV News — Delapan kabupaten di Jawa Tengah dilanda kekeringan
- Garuda TV — 8 kabupaten di Jateng kekeringan, karhutla meluas di 4 provinsi
- Berita Nasional — BNPB catat 8 kabupaten di Jawa Tengah dilanda kekeringan sejak Juli 2026
- Joglo Jateng — BPBD Pemalang: krisis air berdampak pada 93 ribu jiwa
- RRI — Kementerian PU salurkan 23,2 juta liter air bersih untuk atasi kekeringan
Berita berikutnya

Baca juga





