Rupiah Melemah ke Rp18.050 per Dolar AS, BI Lanjutkan Intervensi
Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar AS pada 16 Oktober 2026 setelah MSCI mengonsultasikan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Bank Indonesia menyatakan terus melakukan intervensi.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 16 Oktober 2026, menurut data Trading Economics yang dikutip Tempo. Pada hari yang sama, data Bloomberg yang dikutip BeritaSatu menunjukkan rupiah di pasar spot berada pada Rp18.038 per dolar AS.
Mengapa ini penting: Pelemahan rupiah dan rencana perubahan klasifikasi MSCI meningkatkan tekanan pada pasar keuangan Indonesia, sementara BI melanjutkan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.
Tekanan terhadap rupiah muncul setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar tersendiri. BeritaSatu melaporkan pengumuman itu memicu kekhawatiran investor terhadap pasar saham domestik.
MSCI masih membuka konsultasi atas rencana tersebut. CNBC Indonesia melaporkan pelaku pasar dapat menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.
Respons Bank Indonesia
Bank Indonesia menyatakan akan menjaga stabilitas rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik, menurut keterangan yang dikutip Tempo.
Bank sentral menyebut intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward di pasar luar negeri, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.
Selain intervensi valuta asing, BI menyatakan akan menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. BI juga melanjutkan koordinasi dan komunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait.
Dampak di pasar saham
CNBC Indonesia melaporkan IHSG turun 10,10 persen menjadi 5.271 pada perdagangan 16 Oktober 2026. Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan rupiah sekitar 0,69 persen berdasarkan keterangan analis yang dikutip media itu.
MSCI menyatakan rencana perubahan klasifikasi masih berada dalam tahap konsultasi, bukan keputusan final. Selama proses tersebut, MSCI membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor dan penambahan saham baru ke indeks investasinya, menurut CNBC Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Dari Mana Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Berasal?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan konsumsi. Data 2025 menunjukkan investasi, ekspor, dan belanja pemerintah ikut menopang kinerja,…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





