Kabar18.com

Sabtu, 17 Oktober 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.050 per Dolar AS, BI Lanjutkan Intervensi

Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar AS pada 16 Oktober 2026 setelah MSCI mengonsultasikan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia. Bank Indonesia menyatakan terus melakukan intervensi.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Rupiah melemah ke Rp18.050 per dolar Amerika Serikat pada Jumat, 16 Oktober 2026, menurut data Trading Economics yang dikutip Tempo. Pada hari yang sama, data Bloomberg yang dikutip BeritaSatu menunjukkan rupiah di pasar spot berada pada Rp18.038 per dolar AS.

Mengapa ini penting: Pelemahan rupiah dan rencana perubahan klasifikasi MSCI meningkatkan tekanan pada pasar keuangan Indonesia, sementara BI melanjutkan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Tekanan terhadap rupiah muncul setelah MSCI mengumumkan konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari pasar negara berkembang menjadi pasar tersendiri. BeritaSatu melaporkan pengumuman itu memicu kekhawatiran investor terhadap pasar saham domestik.

MSCI masih membuka konsultasi atas rencana tersebut. CNBC Indonesia melaporkan pelaku pasar dapat menyampaikan tanggapan hingga 30 April 2027, sedangkan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027.

Respons Bank Indonesia

Bank Indonesia menyatakan akan menjaga stabilitas rupiah agar tetap sesuai dengan fundamental dan memastikan mekanisme pasar berjalan baik, menurut keterangan yang dikutip Tempo.

Bank sentral menyebut intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward di pasar luar negeri, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara di pasar sekunder.

Selain intervensi valuta asing, BI menyatakan akan menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. BI juga melanjutkan koordinasi dan komunikasi dengan korporasi, pelaku pasar, serta pihak terkait.

Dampak di pasar saham

CNBC Indonesia melaporkan IHSG turun 10,10 persen menjadi 5.271 pada perdagangan 16 Oktober 2026. Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan pelemahan rupiah sekitar 0,69 persen berdasarkan keterangan analis yang dikutip media itu.

MSCI menyatakan rencana perubahan klasifikasi masih berada dalam tahap konsultasi, bukan keputusan final. Selama proses tersebut, MSCI membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia, termasuk kenaikan Foreign Inclusion Factor dan penambahan saham baru ke indeks investasinya, menurut CNBC Indonesia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.