IHSG Turun 2,16 Persen pada Penutupan Sesi Pertama
IHSG turun 2,16 persen ke level 5.814,72 pada penutupan sesi pertama perdagangan 15 Oktober 2026. Investor mencermati inflasi Amerika Serikat yang melampaui perkiraan dan dampaknya terhadap suku bunga global.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Bursa Efek Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan turun 2,16 persen atau 128,30 poin ke level 5.814,72 pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026. IHSG dibuka pada level 5.917,13 dan bergerak di zona merah sepanjang sesi pagi, menurut RRI.
Mengapa ini penting: Penurunan IHSG ke level 5.814,72 memengaruhi investor pasar modal Indonesia di tengah kekhawatiran suku bunga Amerika Serikat bertahan tinggi.
Tekanan berasal dari sentimen pasar global setelah inflasi Amerika Serikat pada September 2026 tercatat 3,7 persen secara tahunan, di atas perkiraan pasar 3,6 persen. Data tersebut memicu kekhawatiran bahwa suku bunga Amerika Serikat akan bertahan tinggi atau naik, sehingga meningkatkan risiko arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menurut CNBC Indonesia dan Bisnis.com.
CNBC Indonesia melaporkan kenaikan inflasi Amerika Serikat dipengaruhi lonjakan harga energi. Harga bensin naik 9,1 persen dan menyumbang lebih dari separuh kenaikan indeks harga konsumen bulanan.
Tekanan juga terlihat pada sejumlah sektor di Bursa Efek Indonesia. Menurut CNBC Indonesia, sektor properti turun 1,9 persen, energi 1,6 persen, dan material dasar 1,5 persen pada awal sesi. Bisnis.com mencatat indeks energi menjadi sektor dengan penurunan terbesar pada sesi pertama, yakni 3,93 persen.
Pergerakan IHSG berlangsung di tengah perhatian investor terhadap agenda ekonomi global dan ketegangan geopolitik. Pasar juga mencermati pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand, menurut CNBC Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Naik ke 5.943 di Jakarta meski Mayoritas Saham Melemah
IHSG naik 17,04 poin atau 0,29 persen ke level 5.943 pada 14 Oktober 2026. Nilai transaksi mencapai Rp11,04 triliun, dengan 321 saham terkoreksi.
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





