IHSG Tertekan 2,20 Persen di Jakarta akibat Inflasi AS
IHSG turun 2,20 persen ke level 5.812,45 pada 15 Oktober 2026 sekitar pukul 11.00 WIB. Tekanan muncul setelah inflasi Amerika Serikat melampaui perkiraan pasar.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 2,20 persen ke level 5.812,45 pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WIB. Penurunan tersebut berlangsung ketika mayoritas bursa Asia ikut tertekan.
Data RTI Business yang dikutip detikcom menunjukkan IHSG turun dari level 5.917,13 saat pembukaan perdagangan pagi. Tekanan pasar muncul setelah rilis data inflasi Amerika Serikat untuk September 2026 berada di atas perkiraan pasar.
Inflasi Amerika Serikat tercatat 3,7 persen secara tahunan, sedangkan inflasi inti mencapai 2,6 persen. Perkembangan itu memperkuat kekhawatiran bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve atau The Fed, akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Inflasi Amerika Serikat Menekan Pasar Saham Indonesia
Tekanan dari sentimen global menjalar ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kenaikan inflasi di atas ekspektasi membuat pelaku pasar memperhitungkan kembali arah suku bunga The Fed dan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan satu kali lagi pada tahun ini.
Pergerakan IHSG juga sejalan dengan koreksi mayoritas bursa global dan Asia-Pasifik setelah data inflasi Amerika Serikat September 2026 dirilis. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap imbal hasil obligasi dan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut inflasi konsumen Amerika Serikat pada September naik melampaui konsensus menjadi 3,7 persen secara tahunan, dengan inflasi inti 2,6 persen. Data itu menjadi salah satu sentimen utama yang membebani IHSG.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
IHSG Naik ke 5.943 di Jakarta meski Mayoritas Saham Melemah
IHSG naik 17,04 poin atau 0,29 persen ke level 5.943 pada 14 Oktober 2026. Nilai transaksi mencapai Rp11,04 triliun, dengan 321 saham terkoreksi.
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





