IHSG Turun 2 Persen ke Level 5.823,87 di Jakarta
IHSG turun 119,16 poin atau 2 persen ke level 5.823,87 pada perdagangan pagi di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026. Tekanan jual menguat menjelang pukul 10.00 WIB.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 119,16 poin atau 2 persen ke level 5.823,87 pada perdagangan Kamis pagi, 15 Oktober 2026.
Data CNBC Indonesia menunjukkan IHSG berada di zona merah sejak awal perdagangan. Tekanan jual membuat indeks bergerak turun dari area 5.880 menuju 5.840 sebelum menyentuh level terendah harian 5.823,54.
Pada pukul 10.00 WIB, tekanan jual kembali menguat. Pergerakan tersebut menjauhkan IHSG dari level 6.000 dan mencerminkan pelemahan luas di pasar saham Indonesia pada perdagangan pagi.
Pelemahan IHSG memengaruhi pembacaan pasar domestik
Pelemahan IHSG menjadi perhatian bagi investor dan pelaku usaha karena indeks mencerminkan pergerakan gabungan saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Penurunan sebesar 2 persen menunjukkan tekanan pasar yang terjadi pada awal sesi perdagangan.
CNBC Indonesia menyebut tekanan pasar dipengaruhi sejumlah agenda dan data ekonomi global, termasuk pidato Ketua Federal Reserve Amerika Serikat serta rilis data harga produsen Amerika Serikat. Faktor eksternal tersebut menjadi konteks bagi pergerakan pasar Indonesia pada hari yang sama.
Perdagangan berlangsung di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026. Laporan lain pada hari yang sama mencatat IHSG dibuka di level 5.917,130 dan kemudian melemah pada pagi hari sebelum mencapai level yang dilaporkan CNBC Indonesia.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Pertimbangkan Sanksi Dilonggarkan, Brent Turun di Beijing
Harga minyak mentah Brent turun menjadi US$104,67 per barel pada 15 Oktober 2026 setelah Amerika Serikat mempertimbangkan pelonggaran sanksi kapal arm…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





